TaureaNadia – Hari 1 – Perbincangan Seru di Kedai Roti Bakar (1)

21 April 2015 § Tinggalkan komentar

Selamat Hari Kartini! Tidak terasa, setahun yang lalu saya buat sebuah proyek pribadi dalam rangka naungan zodiak saya sedang berjalan; Taurus. Tetapi, proyek itu gagal karena si pencetus dan peserta satu-satunya tengah sibuk bergumul dengan tugas akhir kuliah.

Tahun ini, orang yang sama, dengan tak sengaja, kepingin menulis lagi. Berhubung baru saja sekitar satu jam yang lalu di perjalanan menuju pulang, saya dan rekan saya bercerita perihal menulis.

Awalnya rekan saya mengeluhkan tak ada waktu tuk menulis, walhasil mengingatkan saya juga yang tak menyempatkan waktu tuk mengunjungi blog. Tak sangka, sejam kemudian saya berusaha mengingat kata kunci akun blog ini. Menyenangkan.

*

Saya mundurkan waktu ke dua jam yang lalu.

Saya dan dua rekan kerja saya, Aya dan Inas, sedang berada di kedai roti bakar di Ciputat selesai melahap martabak mie. Kemudian tiba-tiba saja, Aya bertanya, “Nad, kapan lo mulai pakai jilbab?” pertanyaan yang sudah lama tidak ditanyakan orang pada saya.

Saya berpikir sejenak. “Hmm, kuliah deh, Ay. Kayaknya.” ujar saya, ragu. Kemudian Inas menimpal, “Gue waktu TK.” sontak saya melongo, Aya pun agak kaget.

“Serius lo? Buset, bocah banget! Kok bisa?” Kemudian Inas bercerita bagaimana awal mula ia memutuskan berjilbab. Inas mengenakan jilbab sejak TK, namun ia memantapkan untuk istiqamah saat SMP. Buat Inas, jilbab itu benteng bagi dirinya sendiri. Inas pun cerita, ketika awal ia masuk kuliah, ada temannya yang mengatakan, “Lo ga pantes pake jilbab!” karena mendengar Inas berteriak, yang mungkin menganggap orang yang beragama Islam tak pantas seperti itu. — Inas berkuliah di salah satu universitas kepunyaan media besar di Indonesia yang mayoritas mahasiswanya etnis Tionghoa dan pemeluk agama Islam bisa dikatakan minoritas.

“Kalo lo, Ay, kapan?” tanya Inas pada Aya. Aya mengatakan ia mulai berjilbab saat SMA. Aya juga ikut dalam kegiatan Rohis. Di antara kami bertiga, Aya lah yang dapat dikatakan paling syar’i. Dengan jilbab menutupi dada, selalu berbawahan rok, dan tak lupa berkaus kaki. Bisa dikatakaan sangat kontras dengan saya. Akhirnya saya angkat suara.

“Awalnya gue pake jilbab, itu karena Nyokap dan Adek gue yang duluan berjilbab. Gue ngerasa malu aja karena gak ikutan. Walhasil gue juga pake jilbab. Tapi, gue masih lepas-pakai. Bahkan selalu terbersit bagi gue buat lepas jilbab aja. Abisnya, kelakuan gue masih kayak gini.. Gak bener. Malu aja sama diri sendiri.” ujar saya, jujur.

“Nad, justru ketika lo pakai jilbab, itu sebagai pengingat diri saat lo melakukan sesuatu. Lo bisa berpikir, ‘Eh, gue kan udah pakai jilbab, masa gue begini, gue begitu?’ gitu. Lagipula, berjilbab kalau nunggu siap, pasti gak akan siap. Jadinya gak akan siap sampai lo meninggal.” Aya menjelaskan pada saya dengan detail. Saya mangut-mangut meresapi.

Kalimat Aya barusan jadi mengingatkan saya sendiri, dengan keluarga. Kemudian saya mengatakan suatu hal.

“Gue ya, Ay. Gue kepengen banget.. Asli.. Kepengen banget bisa berpakaian kayak lo. Jilbab menutupi dada, pakai rok… Hmm, tapi gimana ya? Gue gak tau gimana mulainya.” ujar saya sambil sesekali menyesap es jeruk yang sudah tak lagi dingin.

“Nad, awalnya tuh gue kan gak bisa pakai rok. Gue gak terbiasa. Gue selaaaaaluuuu pakai celana jins. Karena gue pernah waktu kuliah, gue harus liputan dan pakai rok… Buuuseeeet, ribet banget rempong! Tapi waktu gue coba-coba, eh.. Ternyata lucu juga.. Yaudah akhirnya gue biasain pakai rok.” kata Inas kepada saya.

Kemudian saya melihat cara berpakaian saya. Jilbab segi empat yang saya sampingkan, belum menutupi dada. Baju kemeja dengan ikat pinggang kecil di pinggul yang saya gunakan untuk membentuk sedikit lekukan, dan celana bahan berwarna abu nyaris mencetak jelas paha saya. Anjir.

*

Cerita pertama sekian dahulu. Saya belum cuci muka dan sikat gigi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading TaureaNadia – Hari 1 – Perbincangan Seru di Kedai Roti Bakar (1) at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: