Hari 5 – Taurean – Merapal Doa

25 April 2014 § Tinggalkan komentar

Tentang pagi hari ini: badanku hangat. Sehingga aku ingin bersatu menjadi dinding dan mendingin bersamanya. Namun kelamaan, aku menggigil kedinginan. Aku segera ingin bersatu menjadi matahari. Atau berada tak jauh saja darinya. Aku selalu menyukai matahari. Aku suka pada matahari yang benderang, langit yang biru hingga kau perhatikan bahwa langit tak berujung, melamunkan awan yang putih kenyal dan ingin tidur di sana sambil melihat burung-burung yang lewat dengan kawanannya. Dari atas awan, aku ingin melihat gunung. Gunung yang hijau, hingga aku dengan teliti melihat setiap inci meski dari jauh, hijaunya gunung yang memiliki misteri sendiri. Ah.. Sudahlah. Aku terlalu banyak melamun.

Aku beranjak dari kasur kemudian tersenyum pada cermin. Aku melihat pantulan sebuah wajah perempuan. Hidungnya kecil, matanya tidak besar atau kecil, alisnya tipis, tahi lalat di sebelah kiri bawah matanya, dan bibir keringnya melukis sebuah senyum. Entah itu senyum apa. Dalam hati, sambil tersenyum, ia merapalkan doa untuk perempuan di pantulan cermin itu.

Doanya adalah agar hari ini ia jalani dengan banyak kata syukur pada Tuhan Mahasegala dan meminta diringankan setiap langkahnya menuju 27 hari dari sekarang.

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hari 5 – Taurean – Merapal Doa at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: