Hari 3 – Taurean – Peluk

23 April 2014 § Tinggalkan komentar

Entah aku yang begitu jelas dengan mudah terlihat atau kamu terlalu memahamiku, rasanya aku benci padamu saat itu. Dan kamu begitu menyadarinya lalu bertanya padaku.

Namun begitulah aku, tak dapat membencimu terlalu lama. Karena apa? Aku sudah lama menunggu dipelukmu lagi. Entah kau terbuat dari zat apa, pelukanmu begitu magis. Aku terserap begitu saja pada dadamu, dipelukmu adalah candu dan memandangmu buatku adalah ketenangan. Mungkin ya, kamu obat penenangku. Benciku meluap ke langit-langit.

Pelajaran hari ini darimu adalah bahwa hidup selalu keras. Maaf aku hanya bisa diam, mendengarkan, sesekali menggenggam jarimu, dan mengikuti arah matamu yang sibuk membuka ingatan tentang kehidupan yang kaujalani. Kasih, kamu begitu tegar. Kau tau hampir aku menitikkan air saat didekapmu sebelum kita berpisah lagi tadi. Aku menahannya agar tidak menahanmu pulang.

Jangan lagi-lagi kamu bertanya padaku bahwa apakah aku masih mau menerimamu dengan segala keadaanmu. Sayang, aku tidak punya alasan yang masuk akal untuk meninggalkan kamu. Dengan apapun kamu, entah masa lalumu, kamu kini bersamaku. Mari bergandengan, sayang. Kita berjalan bersama.

Aku sayang padamu tanpa alasan, maka aku juga tidak punya alasan untuk tidak lagi sayang padamu.

Untuk Ardy.
image

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hari 3 – Taurean – Peluk at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: