Melunasi Rindu

6 April 2014 § Tinggalkan komentar

Andai saja mataku dapat menangkap setiap gambar yang kulihat, tentu akan ada ribuan gambarmu. Otakku memang dapat merekamnya, namun aku butuh pemutar yang jelas, yang begitu nyata walaupun sedang tak dekat denganmu.

Aku sendiri heran, bagaimana bisa tidak ada bosan untuk melihat kamu. Mungkin sebegitu bahagianya aku ketika bisa melihatmu. Kita saling berpandangan, aku mengamati setiap inci wajahmu, sambil terus tersenyum. Seperti melamunkan sesuatu..hingga kamu menyadarkanku dengan pertanyaan, “Kenapa kok senyum-senyum?” Aku menjawabnya hanya dengan gelengan kecil dan tetap tersenyum.

Ada yang magis darimu. Aku memandang tanpa ada kejenuhan. Mungkin dengan sedekat inilah caraku untuk melunasi rindu. Kita melunasi rindu untuk berhutang lagi. Entah sampai kapan, aku tak memikirkannya. Aku hanya jatuh cinta.

Berbicara sambil menatap matamu adalah yang paling aku suka. Aku dapat leluasa memandangi kedua bola matamu, bulu mata lentikmu, lekukan hidungmu, kedua bibirmu yang tengah bercerita sambil kusisir rambutmu dengan tanganku berkali-kali. Setelah itu mengecup bibirmu dengan mesra dan kamu memelukku dengan erat. Dengan cara itu kita melunasi rindu. Cara yang membuat rindu semakin banyak pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Melunasi Rindu at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: