Sekarang

16 November 2013 § Tinggalkan komentar

Setiap kepergian akan diiringi oleh kedatangan, apapun itu.

Malam itu aku bertekuk lutut dan mengangkat kedua telapak tangan di dada, di atas sajadah aku meminta kepada-Nya untuk merelakanmu. Hingga aku terisak-isak, Tuhan mendengar semua kesedihanku, keperihanku, dan kesakitanku.

Hingga pada beberapa hari setelahnya, aku telah terbiasa tanpamu. Menjalani semua yang seharusnya memang berjalan, waktu-waktu tersulit tentangmu telah kujalani. Aku telah menghapus dan meninggalkan semuanya tentangmu, tanpa sisa. Aku menatap ke depan, enggan berbalik apalagi untuk kembali mencarimu.

Aku telah sehat.

Kemudian Ia mendatangkannya. Entah siapa dan bagaimana rupanya. Entah benar itu sesungguhnya dia yang kutunggu atau tidak. Secepat ini. Yang membuatku tertegun adalah: ia berani membuktikannya.

Entah akan terjadi atau tidak. Tanpa aku meminta pun, kehadirannya tidak akan kutahan.

Kusisir kembali ingatan di saat aku sedang dalam waktu-waktu tersulit tentangmu, di salah satu waktu, aku menyelipkan doa untuk tidak menemukan dia dengan cepat, kupasrahkan pada Tuhan untuk segalanya. Namun, Tuhan sangat baik padaku, Ia menghadirkannya saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sekarang at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: