Imbang

16 November 2013 § 2 Komentar

Kebenaran bahwa Tuhan Mahaadil memang sudah tentu benar. Dia membuktikannya lewat aku dan kamu. Aku kembali membaca semua tentangmu, tentang kita. Indah? Ya, aku menuliskannya dengan indah saat itu. Aku menuliskannya dengan penuh rasa cinta (serta rindu). Kemudian penantian ini mendapat jawaban, jawaban yang tidak seindah harapan. Sedalam itu aku pernah memberikan hatiku padamu, namun setengah jengkal darimu pun tidak untukku.

Mungkin dapat kutuliskan singkatnya seperti ini: Kamu yang mengajakku bergandengan, tapi aku yang berjalan sendirian. Hingga pada akhirnya aku sudah takkuat berjalan sendirian. Kamu yang selalu di tempat, memilih untuk menahanku sembari kamu sudah merancang rumah untuk yang lain. Cukup, aku tidak sanggup. Akhirnya kita menemukan suatu puncak yang dinamakan perpisahan dan keterasingan.

Sebelum tanpamu, aku baik-baik saja.

Dengan perpisahan ini, aku pun baik-baik saja.

Semua imbang, Tuhan Mahaadil itu benar adanya.

§ 2 Responses to Imbang

  • yasminh mengatakan:

    salam kenal.. aku tyas. aku ijin ‘ngublek’ wp kamu ya..
    aku nemu wp kamu ga sengaja nih… terus aku baca tulisan ini. dan yah.. aku seakan pernah terbawa ke situasi ini dan yah… saranku cuman satu : udah tinggalin aja. berat sih. tapi tuhan ada bersama kita kok.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Imbang at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: