Jawaban

4 April 2013 § Tinggalkan komentar

Aku sering meminta, aku pernah meminta tentang ini. Jauh sebelum kau datang. Aku peminta yang putus asa, yang menganggap pintaku tak didengar.

Aku sering meminta, aku mengubah permintaanku sebelumnya, menjadi lebih sederhana. Kembali aku menjadi peminta yang menghakimi Tuhan tidak adil, yang kembali tidak mengiyakan pintaku.

Aku menurunkan sedikit ketinggianku, aku tidak meminta, aku hanya berkata dalam hati, hanya ingin. Entah diiyakan ataupun tidak. Hanya ingin.

Sampai pada akhirnya kedatanganmu mengacaukan segalanya. Yang semula kupinta, perlahan kutemukan padamu. Di dirimu. Segalanya. Bahkan tak sedikitpun yang berbeda. Semua ini. Aku, kamu, kita. Kuyakini ini nyata.

Aku berterima kasih pada Tuhan. Betul memang, Ia tidak pernah berkata “tidak”. Tuhan sudah menyiapkan keinginan kita. Ia hanya tidak memberi pada saat itu juga, agar kita bisa bersabar. Dan pada waktu yang tepat, Ia memberi pintamu.

Aku kembali meminta pada Tuhan. Aku meminta untuk kami. Aku berserah pada Tuhan, aku hanya perlu bersahabat dengan waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jawaban at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: