Kata Rindu

8 September 2012 § Tinggalkan komentar

Terinspirasi dari I Miss You – Blink 182

 

”Kamu selingkuh ya?”

”Kok kamu nuduh gitu?”

“Kamu gak pernah bilang kangen sama aku. Kita udah hampir setengah tahun gak ketemu loh.”

”Baru setengah tahun..”

”Hih, setengah tahun kok baru? Gila yah kamu..”

”Hehe..”

”Kamu nggak kangen sama aku gitu?”

”Hehehe..”

”Kamu kok malah ’hehe-hehe’ terus sih?”

 

Kata ‘kangen’ atau ’rindu’ masih enggan keluar dari mulutmu, suaramu di ujung telepon sana terdengar datar dan dingin. Kamu hanya akan terkekeh dan aku terus merajuk memintamu mengatakan rindu.

 

*

 

Kau tahu kenapa aku begitu? Karena rindu ini milik siapa pun belum aku tahu. Seperti milikku, tapi bukan milikku. Seperti untukmu, tapi masih ada ragu. Jadi, biar ini menggantung dan biar aku berdialog dengan diriku sendiri saja untuk membicarakannya.

 

Aku sedang mencari tempat agar kau dan aku takditemukan orang-orang. Mungkin bisa kita tinggal di hutan, akan kubuat sebuah rumah yang hangat untuk tempat kita tinggal. Kamu yang akan memberikan ide dan kita bersama-sama membangunnya, hanya berdua. Cukup kamu dan aku yang ada di sana, tetangga adalah binatang-binatang hutan yang telah dijinakkan oleh kita. Kita akan hidup selamanya. Sedihnya, ini masih dalam angan-anganku, aku sedang dalam perjalanan. Kau sudah merengek, meminta bertemu.

 

Bukankah belum ada kesepakatan antara kita? Dan setengah tahun adalah waktu yang cukup sebenarnya untuk mengukuhkan bahwa memang tidak ada hubungan antara kau dan aku? Namun, kamu terus mencari, dan aku juga ikut berlari, kita tidak bertemu di suatu titik. Kau pergi ke arahku sementara aku menjauh darimu. Tiada pernah habis.

 

Kita adalah dua insan yang sedang membutuhkan satu sama lain, kamu hanya mengiranya aku dan aku pun begitu. Semestinya kita bergerak pada kenyataan bahwa kita selamanya takkan pernah bertemu lagi. Kita hanya membohongi diri, saling menunggu. Seakan nanti benar-benar akan datang. Tapi, rindu untukmu adalah tulus. Hanya kata itu takmampu kusebutkan, begitu takut aku semakin mengkhianati kenyataan.

 

*

Where are you and I’m so sorry
I cannot sleep I cannot dream tonight
I need somebody and always

This sick strange darkness
Comes creeping on so haunting every time
And as I stared I counted
The webs from all the spiders
Catching things and eating their insides
Like indecision to call you
and hear your voice of treason
Will you come home and stop the pain tonight
Stop this pain tonight

“Kamu di mana sih? Gak bisa ya sebutin nama tempatnya aja?”

“Nanti kamu tau, nanti kamu pasti ke sini juga. Sabar ya?”

”Aku sudah sabar nunggu kamu selama setengah tahun, masih ragu sama kesabaranku?”

”Hehe..”

”Kamu pernah nggak rindu sama aku?”

”Kamu tidur ya.. Udah malem kan di sana?”

”Aku gak bisa.”

”Aku harus pergi dulu..”

”Pulanglah. Aku mohon.”

”Nanti ya..”

 

*

Don’t waste your time on me you’re already
The voice inside my head
I miss you, miss you

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kata Rindu at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: