Biasa

5 September 2012 § Tinggalkan komentar

Terinspirasi dari lagu John Legend – Ordinary People

Aku adalah mata sebelah kiri, penglihatanku tidak sempurna. Saat kamu berada tepat di depanku saja baru jelaslah terlihat dirimu. Aku butuh bantuan.

Kamu adalah mata sebelah kanan, penglihatanmu juga tidak sempurna. Jarakku yang begitu jauh membuat aku begitu asing untukmu.Kamu butuh bantuan.

Dan kacamata adalah alat bantu kita. Mata kita memiliki besar rabun yang berbeda, tetapi saat menggunakannya kita dapat melihat segala sesuatu lebih jelas. Melihat lebih jelas tentang apapun, melihat sangat jelas mengenai kita.

Mungkin seperti itu tentang cinta dan kita.

Aku adalah Perempuan, aku berdebar begitu kau dekatku. Aku adalah Perempuan, aku resah begitu kau jauh. Aku adalah Perempuan, aku cemburu begitu kau terlihat bahagia selain denganku. Aku adalah Perempuan, aku telah berusaha sabar menahan rindu untuk bertemu.Aku adalah Perempuan, aku membencimu setengah mati begitu kau merangkul mesra Wanita itu. Aku adalah Perempuan, aku menangis begitu kesabaran untuk menghadapimu seperti akan habis. Aku adalah Perempuan, aku rela memaafkanmu begitu kau datang dan meminta untuk kembali. Aku adalah Perempuan, yang pada akhirnya selalu jatuh cinta padamu.

Kamu adalah Laki-laki, yang memberikan aku banyak cinta, memberikan aku banyak tawa, dan juga memberikanku banyak tangis. Kamu adalah Laki-laki penguji kesabaranku, berselisih adalah sesuatu yang pantas dan akan selalu kita lakukan. Kamu menjadikanku kebal, akan semua hal. Walau kadang terlintas untuk menyerah, tapi kamu membuat aku tidak terlintas ada kata berhenti.

Ternyata pertengkaran, kesalahan, dan air mata membuat aku jatuh cinta. Entah aku bodoh atau memang tertawan olehmu, mengenal yang lain tidak akan membuatku cinta seperti ini. Kamu yang pernah menghadirkan orang lain pun menyerah dan mengenyahkannya sendiri. Entah aku bodoh atau memang tertawan olehmu, memaafkanmu tidak akan membuatku menyesal.

Mungkin kita hanya lelah untuk memulai sesuatu yang baru dengan orang baru. Kita telah terlalu merasa nyaman dengan semua ini. Berkali-kali jatuh, hanya aku yang akan kamu minta untuk bertahan. Kita hanya perlu menjalani ini pelan-pelan, tanpa perlu bertanya akan ke mana dan di mana akhirnya.


Kamu dan aku adalah dua manusia biasa yang menjadi tidak biasa saat bersama. Aku menyebutnya istimewa.

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Biasa at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: