Sederhana

28 Agustus 2012 § Tinggalkan komentar

“Saya kirim sebelas halaman pertama tulisan saya yang terbaru. Mungkin bisa termasuk cerpen.”

“Ke penerbit?”

“Emailmu.”

“Oh, nanti malam baru bisa saya cek.”

“Maaf belum sempat buka, semalam capek betul.”

“Jangan, itu jelek. Nanti saya perbaiki.”

“Bagian mana yang jelek dan mau kamu ganti? Bagian tulisan “dilarang kencing di sini, kecuali anjing”? Yang ini saya lebih suka, dari yang sebelumnya. Gak usah diganti.”

“Menurutmu tentang apa?”

“Cinta kan intinya?”

“Yang tidak inti?”

“Tentang Rasulullah, tentang Islam, tentang negara ini? Tapi jangan bawa-bawa AKABRI dong. Keluarga ibu saya ada yang anggota ABRI. Ibu saya juga.”

“Sampai ke kamu semuanya?”

“Ya. Apa yang mau diganti?”

“Bagian mana yang paling kamu suka? Endingnya?”

“Banget. Agak klise sih, tapi orang-orang tetep suka yang klise kan kadang?”

“Jadi itu klise? Jelek berarti.”

“Kamu terlalu maksa untuk beda.”

“Kamu suka endingnya?”

“Suka. Banget! Kebahagiaan memang bisa didapat dengan cara sederhana, kan?”

“Memang.”

“Salah satu cita-cita kamu ya itu?”

“Ada yang harus saya ganti.”

“Apa?”

“Tokohnya.”

“Kenapa?”

“Saya mau jadikan itu nyata. Nama tokohnya adalah nama saya dan namamu.”

“……”

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sederhana at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: