Kosong

28 Agustus 2012 § Tinggalkan komentar

Halo, namaku kosong. Kamu pernah mendengar istilah ‘isi adalah kosong dan kosong adalah isi’? Aku pernah mendengar di suatu kesempatan yang aku lupa kapan tepatnya, makanya aku menamaiku kosong. Aku kosong, tapi aku berisi. Seperti orang gemuk yang biasa dibilang banyak orang seperti angka nol—banyak juga yang menyebutnya kosong, padahal mereka berisi. Kosong itu berdiri dari huruf yang tidak luput dari lingkaran. Kosong, nol, bolong: mereka memiliki ‘o’ kan? Kosong itu menjaga, coba kamu lihat dengan baik, ia berbentuk elips. Garis elips itu menjaga sesuatu di tengahnya, juga seperti memeluk bagiku, ia memeluk tubuh yang hanya separo, bukankah menjadi berisi?

Aku mengambil nama ini semenjak sekarang. Aku tidak mau menanti-nanti, memikirkan dahulu baru mengambilnya. Nanti lupa lagi. Sekarang namaku kosong, nanti-nanti bisa saja aku menjadi isi, menjadi tembok, menjadi denting, menjadi gelap, atau apa saja yang aku mau. Aku tampaknya kosong, lowong, sepi, bisu, kering, ya kosong! Jika tidak tampaknya, aku ini berisi, padat, gaduh, tapi kosong!

(                                                                       )

Kamu lihat apa? Ada isinya? Kosong? Ia berisi spasi. Hohoho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kosong at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: