Semenyedihkan itu.

22 Agustus 2012 § Tinggalkan komentar

Rongga pernafasanku menyempit, keringat bercucuran, mataku basah, tidurku gusar, detik jam seakan mati. Aku sekarat.

Seakan ingin berteriak, namun lidahku kelu. Akhirnya hanya bergeming. Tanpa ada seuntai nada atau sebaris kata. Aku bisu.

Semenyedihkan itu, aku mengemban rasa rindu yang teramat kepadamu.

 

Kepada seorang pria di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Semenyedihkan itu. at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: