Readless?

5 Agustus 2012 § Tinggalkan komentar

Saya bukan tipe pembaca yang benar-benar rakus. Jujur, buku yang sudah saya baca bisa dibilang baru sangat sedikit. Malah kadang iri denger temen atau orang lain yang udah punya bacaan begitu banyak! Tapi begitu ditawarkan berbagai buku, saya rasanya ingin membacanya semua. Kalau kebanyakan perempuan adalah shopaholic, maka saya adalah pecandu baca. Readaholic? Gak taulah, holic-holic gitu. Ketika saya berada di sebuah perpustakaan, mata saya akan berbinar-binar saking girangnya, begitu juga saat ada di toko buku. Rasanya ingin punya uang berratus juta untuk beli semua buku itu. Membacanya, tenggelam dalam cerita, menyelesaikannya, kemudian ada perasaan sedih setelahnya.

Apa ya ini namanya? Readless? Di mana terasa begitu kosong ketika selesai membaca suatu buku. Saya hampir selalu begini ketika selesai baca buku, apapun itu.

Readless? Seperti rasanya orang putus cintakah?
Gak tau pasti juga sih. Sulit juga mendefinisikannya dalam kata-kata. Hehehe.

Saya ini tipe pembaca yang bisa lupa waktu ketika udah terjerat dalam suatu buku, suatu bacaan. Bisa seharian baca sampe gak tidur, gak makan, gak mandi, mungkin hanya minum dan buang air kecil. Bahkan ketika membaca, gak terbersit rasa lapar karena begitu kenyang dengan kata-kata.

Kelupaan saya sama dunia nyata gak berarti saya cuma duduk, membaca dengan posisi yang sama selama berjam-jam. Enggak. Saya bisa baca mulai dari duduk dengan posisi benar, tiduran di kursi, pindah ke tempat tidur, tengkurap, tiduran di lantai, kalau di rumah bisa dari kamar, pindah ke kamar ibu, pindah ke ruang tv, ke dapur, ke teras, sampai ke loteng. Bahkan kalo saking kebelet pup pun pernah sampai saya bawa ke WC, saking begitu lekatnya. Hahahaha. Kenapa begitu? Karena ketika nanti saya lepas, sebentar, selalu ada perasaan khawatir dalam diri saya. Seperti orang yang sedang mesra-mesranya pacaran, gak ada kabar sedikit pasti cemas. Mungkin demikian. Berlebihan? Memang.

Seperti sekarang, saya baru selesai membaca Partikel karya Dee, kemarin pagi mulai dan malam ini selesai. Waktu perpisahan saya baca hanya saat sahur dan tidur. Sampe sempet tertidur waktu baca dan novel itu terbawa sampai mimpi. Saya tertidur bacanya bukan karena bosan, tapi karena memang kurang tidur dan kemarin maksain baca padahal udah ngantuk. Hehe. Rasanya, waktu membaca kata terakhir dalam novel itu, cemas. Apalagi ketika ada titik dan gak ada lagi huruf-huruf setelahnya.

Pembaca yang cepat? Ada beberapa teman dan keluarga juga heran saya baca begitu cepat. Sebenarnya nggak sih, itu karena saya niat baca dan penasaran saja sepertinya. Karena ada juga buku yang bikin penasaran, tapi ketika dibaca malah terasa biasa. Ada juga buku yang memang gak niat baca, malah jadi gak terbaca sama sekali. Jadi, kecepatan saya baca ya bergantung niat :p

Karena takut kehilangannya saya dengan buku dan cerita di dalamnya, ketika selesai baca, saya akan baca ulang bagian depan. Mungkin hanya 2-3 halaman pertamanya saja. Am I the only one? Bagi saya itu penting untuk bisa mengingat dengan jelas apa saja yang telah saya baca. Bahkan, saya akan benar-benar memerhatikan mulai dari bagian sampul, halaman pengesahan dan cetakan terbit, kata pengantar, biodata penulis, dan ringkasan kecil di bagian belakang buku. Kalau perlu, logo penerbitnya sekalian! Hahahaha.

Jadi, sekarang saya lagi di masa-masa ‘galau’ karena baru saja ‘putus’, masih ada rasa ingin ‘kembali’ atau butuh ‘kekasih’ yang baru.

Saya cuma bisa berdoa semoga orang tua saya dialirkan rezeki, biar bisa beli dan punya buku baru. Hehehehe. Karena kalo meminjam buku atau fotokopi rasanya gak puas. Kalau cinta tak harus memiliki, pasti rasanya gak lengkap dong? Sama seperti itu!

Sekian🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Readless? at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: