A Dream

9 Juni 2012 § Tinggalkan komentar

Sebegitu melankolisnya ya saya? Hampir seminggu terakhir banyak air mata yang saya tumpahkan. Sebenarnya mungkin sebulan terakhir atau setahun terakhir? Entah. Bagaimana saya menahannya? Begitu saja dengan mudahnya. Saya tertekan tapi tidak dapat mengucapkannya. Seperti kode rahasia, ia membutuhkan sebuah kata kunci untuk dibuka. Tidak meminta, tidak diminta.

Mata saya sembap. Tangisan yang tadi malam mau saya pecahkan ditahan oleh lelap, baru tadi mengalir. Begitu tersedu, tanpa suara, hanya mengisak-isak sendiri saja. Saya tidak ingin terdengar oleh telinga orang lain. Saya saja juga cukup. Can I handle this, God?

Kamar saya berantakan, kepala saya pening. Saya lapar, tapi enggan makan. Setelah makan, saya merasa mual-mual. Saya mau pulang, tapi tertahan. Saya dipaksa, tapi saya tidak dapat melawan. Seperti ada sebuah magnet yang begitu ingin mengambil saya. Saya ingin berlari, tapi kaki saya tidak mau bergerak, ia tidak mau melangkah. Jiwa saya ingin, tapi raga saya tidak. Kemudian dengan cara apa saya menjelaskannya?

Keluhan-keluhan saya menyesakkan pikiran minta dikeluarkan. Lalu saya mengambil buku catatan kecil dan sebuah spidol, mencoba menuliskannya di salah satu lembarnya. Tapi tangan saya terhenti, berhenti, tidak ada yang bisa saya tulis. Kemudian saya memaksa otak saya untuk menulis sesuatu, tapi tetap tidak bisa, saya begitu memaksanya. “Trouble”.

Seketika sebuah lagu melintas begitu saja di otak saya, “I have a dream, a song to sing..” saya memiliki mimpi. Mungkin beberapa bagian tidak begitu tepat untuk saya. Tapi, kata intinya begitu memekikkan saya. Saya mau mereka tau, saya memiliki mimpi. Bisa saya memilikinya?

I have a dream, a song to sing. To help me cope with anything. If you see the wonder of a fairy tale, you can take the future even if you fail.

I have a dream, a fantasyTo help me through realityAnd my destination makes it worth the whilePushing through the darkness still another mile.
I believe in angels, something good in everything I see. I believe in angels, when I know the time is right for me. I’ll cross the stream – I have a dream.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading A Dream at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: