Air Mata

3 Juni 2012 § Tinggalkan komentar

Saya juga sebenarnya tidak mengerti bagaimana bisa air mata ini tiba-tiba saja menetes dari ujung mata saya. Hanya yang saya rasakan tiba-tiba pipi saya terasa hangat karena lelehan airnya, kemudian berhenti di dagu dan menetes satu per satu ke seprai. Mungkin kehidupan saya begitu melankolis, begitu saya buat menyedihkan, saya pun sudah sedemikian menulis skenarionya dengan begitu hebat dan mengagumkan. Namun, hasilnya begini terus. Saya juga tidak mengerti.

Apakah ini suratan takdir saya? Bukankah takdir bisa diubah jika manusia berusaha untuk mengubahnya? Lalu, ketika telah berusaha dan tidak juga berubah apa namanya? Nasib? Atau sebaliknya? Entah, saya sedang tidak membutuhkan definisi.

Saya sedang menghadapi sebuah kenyataan, sebuah masalah, masalah yang nyata. Yang saya tahu adalah saya bisa melewatinya, entah bagaimana hasilnya. Tetesan air mata tadi nanti menjadi saksi bisu untuk cerita kehidupan saya.

Saya bosan mengeluh sebenarnya. Mengeluhkan hal yang sama, masalah yang sama. Banyak perubahan akibat ini semua. Mungkin ini terlalu berat untuk saya, mungkin saya sedang merasa di titik terendah dalam hidup saya, masalah ini mungkin tidak begitu berarti bagi orang lain tapi tidak dengan hidup saya. Ketika saya mengatakan hidup saya, itu berarti hampir seluruh aspek yang menjadikan saya bisa bertahan sampai saat ini. Bahkan suara dan kata masih belum mampu mewakilinya, mungkin air mata ini saja yang bisa mewakilkannya.

Semoga saya kuat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Air Mata at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: