Mei – Baik

24 Mei 2012 § Tinggalkan komentar

Selama aku hidup, tiada yang lebih kuucapkan syukur saat menemukan diriku yang dapat terjaga sebelum matahari terbit. Dengan begitu, aku dengan kedinginan berusaha membuka mata dan melihat gurat malam menghilang perlahan dan mentari pelan-pelan terbit.

Merupakan nafas yang teramat segar saat aku menghirup udara di luar kotakku tidur, kuresapi sangat dalam saat udara itu kuhirup dan memasuki relung-relung dalam tubuhku. Dengan saksama burung-burung bersiul saling menyapa, saling berbincang, mengucap kalimat yang terdengar senada.

Dan Tuhan adalah alasan aku masih hidup hingga tiada cara yang lebih pantas untukku selalu bersyukur.

 

24 Mei 2012

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mei – Baik at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: