Mei – Terik

22 Mei 2012 § Tinggalkan komentar

Surya sangat terik, ia memagut setiap waktu hingga tetesan peluh mengalir lembut ke ujung-ujung jariku. Kemudian kulihat pipimu merona, ia membakarnya hingga seperti terpanggang. Hanya kurang kepulan asap yang keluar dari pipimu. Kita tidak mengeluh, saat Surya marah tadi justru kita, aku khususnya terlindungi sejuk dengan tatap matamu yang meneduhkan.

Kau masih mau bilang aku bergurau? Merayu?

Hingga kini aku menggigil, angin yang merasuki tubuhku bagai zat yang takberwujud dan tiba-tiba menghangat oleh bayang senyummu. Bilaku menggigil, itu karenamu. Bilaku terasa gerah, itu karenamu. Bilaku sakit, itu karenamu. Maka sembuhkan aku dengan dirimu.

 

22 Mei 2012

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mei – Terik at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: