Mei – Hati

21 Mei 2012 § Tinggalkan komentar

Seandainya hati tidak terdapat di raga, apa yang akan terjadi?
Lalu ke mana perasaan, yang kami sebut hati?
Akankah tetap ada, akankah selalu menetap?

Seandainya benci yang menyelimuti, apa yang akan terjadi?
Lalu ke mana kasih, yang kami ingini?
Selalukah ia bersemayam dengan gelisah?

Seandainya hanya kasih yang tertabur, apa yang akan terjadi?
Lalu ke mana hilang, yang kami takuti?
Benarkah akan tetap menjadi bayang-bayang?

Saat kami begitu cemas untuk menentukan hati. Kami menutupi rasa benci, kami menghalangi kasih datang. Takut ia pada bayang-bayang kehilangan. Resah ia melihat ke belakang. Kelak, hati yang telah berkasih akan membenci. Bukankah itu bukti bahwa kami berhati?

 

21 Mei 2012

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mei – Hati at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: