Mei – Kisah

13 Mei 2012 § Tinggalkan komentar

Yang harus kau catat dan ingat dengan baik, ialah saat kau masih menatapku selama tiga puluh detik dan lima detik pertamanya aku membuang muka. Jadi, sisanya kau kalkulasikan sendiri.

Kemudian kepekaan atasmu kini tak lagi ada, misal saat sebuah apel mengenai ujung kepalamu dan kulitnya tersisa di helai rambutmu yang cokelat itu aku hanya melewatimu dengan dingin dan berkata, “selamat kembali mencoba.”

Terakhir, bahwa setiap pesanmu dan katamu yang kudengar, kubaca, tidak lagi membuat degup jantungku berdebar. Hanya kubatasi maksimal sepuluh kata dariku yang kemudian akan kau balas hampir penuh. Semua kamu mulai dengan pertanyaan tentang sekolah dan kau akhiri dengan memintaku bergeser.

Lanjutkan kisahmu sendiri.

 

13 Mei 2012

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mei – Kisah at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: