Untuk Kita pada Sebuah Ketika

9 April 2012 § Tinggalkan komentar

Setiap malam akan terasa panjang karena kita berbicara saling tak mau kalah agar jarum jam mau menyulami tiap detiknya penuh dengan kata.

Setiap hujan akan lebih damai karena kita memercayai bahwa di luar kita hanya ada sebuh gerimis sebagai pemanis dan hujan hanya titik-titik membentuk garis.

Setiap amarah akan dibuat menjadi lumrah karena kita mengatur sedemikian rupanya sesuai kebutuhan yang tanpa batas, tetapi cukup saling membalas lewat sebuah sentuhan.

Setiap kesenjangan akan terbiasa dan selalu terasa tanpa sebuah akhir di mana kita akan saling mencari tanpa perlu berlari.

Setiap hening merupakan saat-saat untuk beristirahat dengan saling menatap dan berpeluk erat-erat.

Setiap jenuh kelak akan tiba sebagai memorandum karena kita pernah berada dalam sebuah rasa yang sama di suatu masa dan bersiap untuk melanjutkan ke masa yang lebih menggairahkan.

Setiap luka adalah petanda, bahwa kita pernah memiliki hati untuk sebuah hati.

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Untuk Kita pada Sebuah Ketika at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: