Metropop Novels

5 April 2012 § Tinggalkan komentar

Awalnya males banget baca novel metropop yang udah ketebak gimana alur dan akhirnya, tapi karena dipaksa baca sama seorang temen, gue yang orangnya mudah kemakan sama buku, akhirnya baca juga deh tuh. First, I read Perhaps You nya Stephanie Zen yang emmm, bagus sih ceritanya, but I think Abby’s life is too perfect! Mulai dari kecerdasan tingkat tingginya, kebetulan yang nggak banget ketemu sama Daniel di gym, sampe kesamaan Abby dan Dara yang sama-sama cerdas. Too impossible, for me. Hehehe.

Yang kedua, gue dicekoki karyanya Ika Natassa judulnya A Very Yuppy Wedding. Males banget gak sih lihat judulnya? Wedding? Pfffft. Tapi baru 20 halaman novel ini dimulai, I got a love attack with Adjie! Bagaimana dengan santainya cara dia ngajak nikah Andrea di saat lagi cari kemeja.. Dan setelah itu, isi novel ini jadi begitu cemerlang untuk seorang penulis pemula (kala itu) seperti Ika Natassa. Gue suka kepribadiannya Andrea dan berharap ada seorang pria seperti Adjie di kehidupan nyata gue. Pffft :p

Setelah membaca A Very Yuppy Wedding selama satu malam, gue disuapin Antologi Rasa, buku keempatnya Ika Natassa. Jauh banget sih ya lompatnya? Dari buku pertama langsung loncat ke buku ke-4, makanya gue agak kaget begitu menemukan too many English dialogue. Mana enggres gue masih pabalatak, kadang gue nyari ke google translate tentang artinya. Tapi, Ika Natassa amat-sangat-matang di novelnya ini. Dia mencitrakan dirinya menjadi beberapa karakter seperti Keara Tedjasukmana, Harris Risjad (my lovely guy), and Ruly Walantaga. Ini kisahnya sangat-sangat friendzone yang bikin gue kesel sendiri! Nggak salah kalo novel ini jadi best seller di 2011! Nakal, ceplas ceplos, dan kebebasan sungguh terangkum sangat apik di novel ini. And by this novel, I’m starting to love John Mayer too. Hahahahaha gue sampe sempet ngira kalo John Mayer itu John Lennon. Kata-kata yang paling sering ditemukan di Antologi Rasa adalah: Crap.

And here we go, gue baru banget nih kelarin Divortiare yaitu buku keduanya Ika Natassa, dan mungkin karena ketinggian lompatan gue kemaren-kemaren baca Antologi Rasa sehingga novel ini jadi sangat biasa buat gue. Kisahnya si Alexandra, yang seorang janda muda umur 27 tahun, menjalani hidup lajangnya yang masiiiih aja bergantung sama mantan lakinya, Beno, seorang hotshot doctor. Agak seneng sih di akhir cerita ini, Alex dan Denny, tunangannya, akhirnya gak jadi nikah karena si Lexy masih aje cinta sama Beno. Cuman, nanggung banget, gak jadi nikahnya di 10 halaman terakhir dan kisah Alex-Beno cuma berhenti di nasi goreng Jalan Sabang. Novel ini juga emang ketebak banget sama gue akhirnya gimana, tapi Ika Natassa memang jenius bikin tokoh Denny untuk mengisi kekosongan konflik berat antara Beno-Alex. Dan gue lagi-lagi menemukan kata-kata yang sering digunakan dalam novelnya Ika yang ini: for God’s sake.

Sebenernya novel Ika Natassa itu udah ada 5, sama yang terbaru itu Twivortiare sebagai sekuel kedua, lanjutan dari Divortiare. Sementara novel ketiganya adalah Underground yang belum gue baca. 3 dari 5 novel yang udah gue baca, semua kisahnya tentang kehidupan seorang cewek kantoran, seorang banker sukses dalam karirnya. Agak bosen sih memang, selalu banker, yaa mungkin karena si penulisnya juga seorang banker ya jadi sangat paham seluk beluk dunia banker. Sayang nih, novel yang kelima belum dijual di toko buku, baru ada PO itu juga batasnya udah lewat yaitu Januari kemaren. Tapi, gue bakal beli nih buat Twivortiare Mei nanti! Cihhhhuuuuy!

Novel metropop begini emang lagi in banget yaaa di Indonesia, selain dengan buku-komedi-pribadi seperti miliknya Arief Poconggg, Raditya Dika, dan Alitt Sutanto. Boleh lah untuk menambah bacaan di waktu senggang, kalo lagi jenuh banget sama bacaan yang terlalu nyastra. Gue seneng aja baca-baca cantik begini, soalnya selain sedikit-sedikit nambah pengetahuan tentang dunia kerja, tentang musik, film, fashion, makanan, tentang percintaan (of course), novel metropop gini bikin gue kepingin cepet kerja dan cepet nikah! Waahahahahaha. Nggak deng, just wondering Adjie, Denny, Beno, or Harris are real. Bhahahhaa!

Tagged: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Metropop Novels at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: