Seperti

25 Maret 2012 § Tinggalkan komentar

Seperti kemarin, kembali berjalan dengan kedua kaki, dengan sebuah bayangan di bawahnya, penuh satu badan. Terik siang ini pun sama seperti kemarin. Ia menantang, menyambit matahari dari keangkuhannya untuk ditangguhkan panasnya dan kurendam dalam air es. Masih menapaki jalan yang serupa, kerikil yang sama dengan teman-temannya, serangga yang mengintip dari balik tembok, serta ilalang di pinggir-pinggir trotoar; mereka kembali menyaksikan satu potong utuh tubuh. Konspirasi terjadi di antara semuanya, menyesaki pemikiran mereka dengan ganas. Beringas memahat satu utuh tubuh itu menjadi sebuah patung, dengan tatapan cekung, dan dada yang membusung. Setelah beragenda rapat, salah satu mereka ditunjuk sebagai kepala, lalu sisanya sebagai badan dan organ-organ lainnya. Sesaat matahari terbenam, mereka masih larut dalam kepulan asap rokok, secangkir kopi yang mendingin, serta pembicaraan alor ngidul yang belum menemu titik temu. Satu dari badannya mengigil, yang lainnya bersin-bersin, ada yang mengantuk, dan bahkan melamun. Saat lampu matahari digantikan oleh bintang, para anggota tubuh itu masih saja menyelenggarakan diskusi tak berisi, hingga akhirnya jam mengeluh dan mengeraskan ukuran dentingnya. Memperingatkan tubuh-tubuh tadi akan kesia-siaan. Si kepala mengepal, menyesal. Sang waktu memberi penangguhan, karena sebuah ketangguhan tak dapat dengan mudah dipertaruhkan.

 

untuk orang-orang yang melakukan kesia-siaan dan untuk memperingati hari puisi sedunia, 21 Maret 2012.

kamar 5, 11:56 WIBNS (Waktu Indonesia Bagian Notebook Saya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Seperti at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: