Boneka Tazmania

30 Januari 2012 § 2 Komentar

Sudah satu bulan aku tinggal di sini dan masih mencari kamu.
Dari lantai bawah sampai lantai atas aku telusuri setiap sudut, setiap kolong, setiap tempat, kamu masih belum ditemukan. Di mana kamu?

Boneka Tazmania, aku masih merasa bersalah dengan kamu. Padahal kamu itu hadiah ulang tahun dari sahabatku.

Aku bertemu lagi dengannya, setelah hampir satu tahun tidak bertemu. Biasanya hanya berkomunikasi lewat dunia maya. Rindu sekali, padahal waktu masih sekolah dahulu banyak waktu yang aku habiskan dengan dia. Saat berbincang kecil dengannya, kami membahas tentang kado ulang tahun. Pernah aku memberinya kado sebuah lampu hias yang dapat berputar jika menyala, mirip-mirip seperti dalam lampu di film Petualangan Sherina kalau kamu tahu.

“Lampu hiasnya masih ada?”
“Masih, sering kugunakan kalau tidur.”
“Wah, terima kasih ya.”
“Boneka Tazmania dari aku masih ada ga?”

Aku terhenyak sesaat. Seingatku tidak ada boneka Tazmania yang aku punya. Aku mencoba mengingat dan meyakinkan diri, tapi semakin lupa. Terlihat rona sedih di wajahnya.

“Oh, ada. Ada, di kamar adikku. Dia suka Tazmania.” aku berbohong. Tidak sampai hati aku mengecewakannya. Ia bilang jika nanti mampir ke rumahku, aku harus memperlihatkan boneka Tazmanianya. Aku memang ingat dia pernah memberi boneka itu, ada salah satu fotonya saat aku mengingatnya sebelum tidur. Perasaan bersalah menyelimutiku.

Besoknya aku langsung mencarimu di rak tempat boneka-bonekaku dulu. Tidak ada. Adanya beberapa boneka Susan, boneka Barbie, boneka Doraemon raksasa, boneka Snoopy, dan beberapa boneka kecil. Lalu aku cari lagi di kardus-kardus, di gudang, tempat menyimpan barang-barang yang takterpakai. Aku mengalahkan alergi debuku untuk mencarimu. Satu per satu dus kubuka. Dus berisi pakaianku saat bayi, hingga buku pelajaran bekas aku SD pun aku buka, hasilnya nihil. Masih belum putus asa, aku mencari lagi di kamar adikku, mungkin memang berada di sana. Sampai kuulang tiga kali memeriksa lemari dan laci-laci di kamarnya tidak juga aku temui kamu, boneka Tazmania. Aku mulai pesimis.

Aku bertanya sama mbak, apa beliau melihat sebuah boneka berwarna cokelat dengan mulut yang lebar dan menjulurkan lidah sambil aku perlihatkan juga contoh gambarnya, mbak tidak melihat. Tapi mbak membantu aku mencari. Setelah seharian mencari mbak bilang, “kayaknya udah dibuang deh, kak.”

Benar-benar aku menyesal. Aku masih dalam perasaan bersalah sama kamu, boneka Tazmania dan sahabatku. Sampai saat ini juga masih aku cari, aku takut kamu terselip di suatu tempat dan bersatu dengan debu. Atau mungkin kamu benar dibuang seperti kata mbak, jahat sekali ya aku. Memang aku tidak menyukai Tazmania, mungkin karena itu aku tidak begitu ingat. Maafkan aku ya, tidak dapat menjagamu dengan baik.

Tagged:

§ 2 Responses to Boneka Tazmania

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Boneka Tazmania at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: