I’m Just a Kid

17 Januari 2012 § Tinggalkan komentar

Kakak-kakak Simple Plan, grup band kelas dunia.

Aku mewakili dari kakakku. Kalian mungkin tengah bersiap-siap untuk tampil pukul 20.00 nanti, kalian tau ada seorang fans yang sedang dalam perjalanan menyaksikan kalian? Tentu tidak.

Musik kalian sangat berpengaruh besar dalam perjalanan hidup kakakku. Sejak aku masih SD, hingga sekarang aku berkuliah di tingkat 2, kakak selalu menyetel lagu-lagu kalian.

Banyak lagu yang aku suka, banyak juga yang aku tidak suka karena dentuman drum yang terlalu keras atau genjrengan gitar listrik yang begitu memekakkan telingaku.

Tapi kakak aku suka.

Dari single pertama Simple Plan, I’m Just a Kid hingga yang kini hits Jet Lag kakak memintaku untuk mendengarkannya. Agar aku tau kalau musik-musik kalian itu terhebat di dunia. Aku sangat mengerti bagaimana kakak menyukai kalian, musik-musik kalian.

Jangan ditanya ada berapa lagu yang ia hafal, semuanya ia tau. List lagu-lagu pun hingga ratusan, bukan hanya album yang pernah dikeluarkan tapi juga perform live di tiap negara yang mereka datangi.

Kegandrungan kakak juga berakibat dalam kecintaannya terhadap musik. Ia mendirikan sebuah band yang berkiblat pada kakak-kakak Simple Plan. Oleh lagu-lagu kalian pula, kakak beserta teman satu bandnya pernah menjuarai suatu audisi.

Dua hari yang lalu aku bercengkerama dengan kakak, soal keinginannya menyaksikan konser. Aku jujur sangat mendukungnya, aku bisa merasakan sedikit perasaan kakak bila ada seorang idola yang memengaruhi hidupnya datang dan mengadakan konser. Namun, keinginannya memang diberi batasan oleh pendapat orang tuaku serta kegiatan kakak yang sekarang sedang sibuk. Kemarin subuh kakak pergi ke acara di kampusnya di Anyer dan baru pulang sesaat sebelum adzan Maghrib tadi. Ketika ia turun dari ojek dan membuka pintu, ia langsung meminta ayah untuk mengantarnya ke lokasi konser di Jakarta. Sementara rumah kami cukup jauh dari Jakarta dan tidak memiliki kendaraan pribadi, otomatis hanya dapat menggunakan kendaraan umum. Bisa kereta ataupun bis, tapi bis tidak memungkinkan. Bukan hanya ayah, tapi aku, ibu, dan adikku sangat terkejut dengan keputusan kakak yang tiba-tiba. Ayah marah, sesaat terjadi perseteruan yang sangat hebat pada mereka. Aku tidak sanggup menuliskannya.

Aku hanya dapat terdiam, mungkin ini ketidakberdayaan ketika aku melihat dari dua sisi yang sangat berbeda. Di satu sisi aku mengerti apa yang kakak mau, di satu sisi lain aku juga tau bahwa kekhawatiran orang tuaku beralasan.

Kakak-kakak Simple Plan, mungkin kakakku satu dari sekian juta fans beratmu.

Sekarang kakak dalam perjalanan bersama ayah dengan keadaan mereka berdua belum makan malam, tidak membawa payung, dan yang paling mengkhawatirkan adalah ponsel keduanya tidak berfungsi baik. Ponsel kakakku baru saja kemasukan air jadi tidak berdaya, lalu adikku berinisiatif meminjamkannya, tapi baru saja adik sadar kalau baterainya tidak penuh dan sedikit lagi menuju lowbatt. Lain lagi dengan ponsel ayah yang begitu mudah ngedrop hingga kadang-kadang mati. Oh satu lagi, ponsel adikku itu berkartu CDMA wilayah kotaku, aku lupa memberi tahu pada kakak.

Aku dirundung dalam dua keadaan, senang dan khawatir. Aku senang bila kakak bisa menyaksikan band idolanya secara langsung. Aku juga khawatir dengan keadaan Jakarta yang tidak pernah bisa diduga. Aku hanya ingin ayah dan kakak kembali ke rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.

Kakak-kakak Simple Plan, musikmu menghidupi kakakku. Aku tidak dapat persis menggambarkan kekagumannya terhadap kalian, aku hanya seorang adik yang mengagumi kakakknya dan menghormati kekaguman kakakku.

Aku ingat saat ayah begitu menggebu untuk membeli semua peralatan band lengkap di rumah karena kecintaan ayah dan kakak terhadap musik. Secara tidak langsung ayahlah yang membawa kakak menjadi sangat cinta terhadap musik. Dan perseteruan tadi adalah timbal balik dari apa yang ayah lakukan, mungkin. Support ayah kepada kakak untuk bermusik tidak sama dengan support ayah saat kakak ingin melihat konser. Aku mengapresiasi keduanya.

Aku tidak ingin menyalahkan keduanya ataupun membenarkan keduanya. Sedikit percekcokan sebelum maghrib tadi mungkin akan menyisakan untukku suatu pelajaran berharga untuk selalu berpikir secara matang. Namun, sesuatu tidak ada yang menduga akan terjadi seperti apa. Sekarang ayah dan kakak dalam perjalanan, aku hanya berharap perjalanan mereka dingin seperti malam.

Kakak-kakak Simple Plan, wujudkan keinginan kakakku malam ini ya.

Salam dari seorang adik yang menghormati idola kakaknya,

Sebut saja mawar.

19:21

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading I’m Just a Kid at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: