Warna itu Abu?

26 Desember 2011 § Tinggalkan komentar

Warna itu Abu?

Oleh: Mardatilla

 

Kala kanak-kanak dahulu takpeduli perbedaan warna. Hanyalah mejikuhibiniu, karena ibu guru melantunkan lagu “Pelangi”. Bahkan jingga dan nila tidak masyhur seperti yang lain, kuanggap tambahan.

Detik merangkak kini, saat kian banyak warna dan mereka menamainya sendiri.

Apakah marun, apakah toska, apakah dongker, juga oranye.

 

Egoisme, tak mau kenali kawan baru.

Hanya tiga warna yang kemudian tidak beranjak.

Putih, hitam, dan abu.

 

Katanya, gelap itu hitam dan terang itu putih?
Ketika berbaur ia akan menjadi abu, yang buram takjelas entah hitam atau putih.
Kadang abu disebut hitam keputihan, atau pun putih kehitaman. Apapunlah!
Saat mata terpejam ’kan gelap dan hitam.. Gelap dan hitam, hitam, hitam, lalu terbalik menjadi terang dan putih perlahan-lahan yang menggantikan hitam menjadi putih, menggantikan gelap menjadi terang. Terang yang benderang menyilaukan mata hingga gatal untuk membukanya dan saat dibuka akan terang dan putih.. yang ada gelap dan hitam!

 

Kuberpijak pada abu, nurani menyerukan pergi ke putih.

“Bersihkan dulu nodamu!” katanya, sang hitam berseru dan kaki ini melangkah ke arahnya. Nurani memberontak, mereka berseteru dan hingga kini pijakannya tetap pada abu.

 

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Warna itu Abu? at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: