Wanita Indonesia pada Layar Terkembang

26 Desember 2011 § Tinggalkan komentar

Wanita Indonesia pada Layar Terkembang

            Layar Terkembang merupakan novel karya Sutan Takdir Alisjahbana yang terbit pada tahun 1936. Novel ini merupakan karyanya yang paling terkenal. Sutan Takdir Alisjahbana (biasa disingkat STA) menurut Wikipedia lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987). Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4. (sumber: Wikipedia)

Novel Layar Terkembang ini menceritakan tentang kisah dari tokoh Maria, Tuti, dan Yusuf. Di mana Maria dan Tuti merupakan kakak beradik yang memiliki sifat yang kontras, Yusuf jatuh cinta akan kepribadian Maria yang periang. Setelah mereka menjadi sepasang kekasih, Tuti, sang kakak yang selalu sibuk dengan organisasi kewanitaannya merasakan kesepian dan taksengaja merasa membutuhkan seorang pendamping baginya. Tapi, Supomo, pria yang menyatakan cintanya pada Tuti justri ditolaknya. Akhir kisah ini ialah dengan meninggalnya Maria karena penyakit TBC yang mengidapnya, seperti di sinetron-sinetron, Maria meminta agar Yusuf menikah dengan Tuti sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Akhirnya Yusif dan Tuti pun menikah.

Pada novel ini terlihat ada kekuatan bagi wanita yang dominan, di mana banyak memperlihatkan sisi-sisi wanita yang ceria, periang, penggembira (seperti tokoh Maria) juga sisi kedewasaan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita (seperti tokoh Tuti). Dalam novel ini, Layar Terkembang mungkin maksud dari ‘kembang’ nya itu ialah perempuan, bahwa perempuan biasa dilambangkan seperti kembang yang indah. Sementara ‘layar’ maksudnya ialah bahwa layar itu lebar dan wanita memiliki kehidupan yang luas dan lebar untuk mencapai sebuah cita-cita yang diingininya. Novel ini juga mengajarkan bahwa hidup kita tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus saling membantu dengan adanya orang lain di sekitar kita. Orang yang senantiasa selalu bersama kitalah yang akan membawa kita ke kehidupan yang kita inginkan, tinggal kita menentukan sampai manakah jalan terbaik untuk kita.

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wanita Indonesia pada Layar Terkembang at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: