Mengenai Di Bawah Lindungan Ka’bah

26 Desember 2011 § Tinggalkan komentar

Cinta Sesungguhnya untuk Zainab

            Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah merupakan karya HAMKA yang paling terkenal. Novel ini terbit pada tahun 1938 oleh penerbitnya Balai Pustaka. Tidak setebal novel-novel sebelumnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah cukup tipis dan dapat selesai dibaca dalam waktu sebentar. Mungkin masyarakat sering mendengar nama HAMKA dan Di Bawah Lindungan Ka’bah secara sekilas, untuk lebih mengenalnya maka novel ini digarap menjadi film dengan judul yang sama.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya, (lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik. (sumber: Wikipedia)

Film Di Bawah Lindungan Ka’bah yang baru muncul pada tahun 2011 nyatanya tidak seratus persen sama dengan isi novelnya. Seperti pada alasan saat Hamid pergi keMedan. Di dalam novel disebutkan alasannya karena untuk melupakan Zainab yang akan dijodohkan dengan seorang laki-laki, sementara pada filmnya Hamid diusir karena telah dituduh berbuat hal-hal yang tidak wajar kepada Zainab. Lalu, setahu saya, dalam novel ini tidak ada tokoh Rustam, sebagai orang yang akan dijodohkan dengan Zainab ,tetapi dalam novel ada.

Novel karya HAMKA ini memang termasuk dalam genre religius dimulai dari judul bukunya. Setting tempat yang diceritakan juga berada di Mekkah, sebuahkota suci bagi umat Islam di dunia. Adat istiadat yang diceritakan juga masih bersifat kedaerahan, karena tokoh-tokohnya hidup di tanah Sumatra.

Untuk ceritanya menurut saya cukup membuat terharu, saya sendiri membacanya cukup terbawa suasana. Kalimat-kalimat yang dibuat HAMKA sangat menginspirasikan. Cerita cintanya memang agak mirip dengan beberapa novel-novel sebelumnya yang telah dibaca, tetapi bedanya pada Di Bawah Lindungan Ka’bah saya sedih membacanya. Saat Hamid diminta oleh Mak Asiah untuk membujuk Zainab agar mau dijodohkan, ia berusaha tegar di depan Zainab seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Padahal, ia merasa sakit yang luar biasa. Lalu, Surat yang dibuat oleh Hamid ketika pergi, kata-katanya sangat indah.

Yang sangat membantu ialah tokoh Saleh dan istrinya, Rosna, yang membuka fakta-fakta yang terjadi antara Zainab dan Hamid. Tanpa mereka, Hamid takkan pernah tahu bahwa Zainab menyimpan perasaan terhadap Hamid. Lewat mereka pula diketahui kabar Zainab bahwa ia menyimpan perasaannya itu untuk menunggu Hamid hingga jatuh sakit dan kesehatannya menurun drastis. Akhir yang tragis kembali tercipta dalam novel, termasuk novel ini, di mana Zainab meninggal terlebih dahulu. Juga Hamid meninggal tepat saat ia tawaf, setelah memanjatkan doa kepada Allah.

Hal lain yang saya dapatkan ialah kebiasaan masyarakat setempat, seperti ketika Hamid dan Zainab telah lulus sekolah. Ada perbedaan nasib yang harus dilaksanakan bagi laki-laki dan perempuan. Bagi laki-laki dianjurkan untuk menuntut ilmu lebih tinggi lagi, sementara yang perempuan harus dipingit oleh orang tuanya. Ini menunjukkan perbedaan hak secara frontal, di mana perempuan tidak dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Hingga ada datang pria yang melamarnya dan siap untuk dinikahkan. Juga masih ada perjodohan satu ikatan keluarga, seperti Zainab yang awalnya hendak dijodohkan dengan salah satu familinya.

Judul novel ini juga kerap beberapa kali disebutkan di dalam novel, seperti saat Hamid berdoa, ia menyebutkan bahwa di bawah lindungan Ka’bah ia meminta agar doanya dikabulkan. Jadi, memang ada penegasan tentang judul novel dengan isinya. Tidak melulu isi novel berbeda dengan judulnya. Di Bawah Lindungan Ka’bah menurut saya ialah seperti sebuah perlindungan Hamid untuk menahan perasaannya terhadap Zainab, ia mencintai Zainab tidak semata hanya untuknya, tetapi juga untuk agamanya dan Tuhannya. Apalagi sosok Hamid yang memang mendalami keagamaan setelah ia lulus sekolah, sehingga cinta yang sesungguhnya ialah cinta karena Allah.i

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengenai Di Bawah Lindungan Ka’bah at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: