Belenggu karya Armijn Pane

26 Desember 2011 § Tinggalkan komentar

Kisah Cinta yang Rumit dalam Rumah Tangga

 

Novel Belenggu merupakan karya Armijn Pane yang paling terkenal. Bersumber dari Wikipedia, Armijn Pane lahir di Muara Sipongi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 18 Agustus1908 – meninggal di Jakarta, 16 Februari 1970 pada umur 61 tahun, adalah seorangSastrawan Indonesia. Penulis yang terkenal keterlibatannya dengan majalah Pujangga Baru. Novel ini diterbitkan pertama kali oleh Dian Rakyat pada tahun 1940.

Novel ini menceritakan tentang kemelut kehidupan percintaan pada rumah tangga. Tokoh utama dalam novel ini ialah Tono, Tini, dan Yah. Tono yang seorang dokter menikahi Tini tidak berdasarkan cinta, hanya karena Tini cantik dan berpendidikan baik dikira pantas menjadi isterinya dan akan membahagiakannya, namun pada kenyataannya tidak demikian. Tini, isteri Tono, yang sangat merasa tidak nyaman karena pernikahannya ini pun karena ia menikah dengan Tono tidak dengan perasaan cinta juga. Akhirnya kemelut dalam rumah tangga ini takdapat terhindari. Masing-masing takacuh serta sering bertengkar. Akhirnya muncullah Yah atau Ny. Eni atau Siti Rohayah yang pernah menjadi masa lalu Tono. Yah sendiri pernah mempunyai suami dan bercerai serta menjadi wanita malam akibat pernikahannya dahulu. Terjadi nostalgia antara Tono dan Yah di saat genting. Tini pun ternyata terungkap masa lalunya dengan Hartono salah satu rekan kerja Tono yang merenggut keperawanannya. Masalah semakin runyam hingga akhirnya Tini mengadakan pertemuan dengan Yah. Alhasil, Tini merasa Yah lebih pantas untuk Tono dan meminta cerai. Tetapi Yah sendiri tidak bermaksud untuk menghancurkan rumah tangga Tono walau pun ia sangat mencintai Tono. Akhirnya, Tono tersadar untuk memperbaiki rumah tangganya. Tapi nasi telah menjadi bubur, Tini teguh untuk bercerai dan pergi keSurabayaserta Yah memilih untuk pergi ke luar negeri.

Kisah cinta dalam Belenggu sungguh rumit menurut saya. Di sini ternyata sebuah kehidupan yang sesungguhnya bisa terungkap setelah terjadinya pernikahan. Tetapi bukan pernikahan yang berdasarkan cinta. Cinta yang semata-mata hanya untuk prestise memang tidakkan indah pada akhirnya. Dan terbukti dalam novel ini, yang ada ialah penyesalan setelah kebenaran terungkap.

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari cerpen ini, misalnya sebuah tanggung jawab harus bisa dibuktikan. Untuk menjadi seorang pria sejati harusnya bisa bertanggung jawab, jangan justru lari dari kenyataan seperti pada tokoh Hartono. Kemudian untuk tidak gengsi dalam menjalani sesuatu, biasakan jujur dalam memilih. Kehidupan yang dijalani memang sebuah pilihan, sebab itulah kita sebagai manusia diberikan kesempatan untuk berpikir tidak hanya dengan otak, tapi juga dengan hati nurani agar pilihan yang kita berikan tidak mengecewakan di akhirnya.

Akhir yang tragis dari Belenggu, Armijn Pane benar-benar menemukan klimaksnya. Tidak selalu cerita berakhir dengan kematian atau kebahagiaan. Terkadang kehampaan dalam manusia diperlukan untuk dapat merenungi semua kesalahan yang pernah dieprbuat agar tidak menjadi keledai dan mengulangi kesalahan yang pernah dibuatnya.

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Belenggu karya Armijn Pane at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: