Fonetik Bahasa Sunda

18 Desember 2011 § 1 Komentar

  1. Pengertian Fonetik dan Fonem
  • Fonetik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata fonetik memiliki arti:

fo·ne·tik /fonétik/ n Ling 1 bidang linguistik tt pengucapan (penghasilan) bunyi ujar; 2 sistem bunyi suatu bahasa;

Fonetik terbagi dalam tiga cabang, yakni:

  1. Fonetik organis, atau fonetik artikulatoris, atau fonetik fisiologis mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara yang ada dalam tubuh manusia menghasilkan bunyi bahasa. Saat udara dari paru-paru dihembuskan, kedua pita suara dapat merapat atau merenggang. Apabila pita suara merenggang sehingga arus udara dapat lewat
    dengan mudah menghasilkan bunyi bersuara. Apabila pita suara dirapatkan maka menghasilkan bunyi tak bersuara.
  1. Fonetik akustik menyelidiki bunyi menurut sifat-sifatnya sebagai getaran udara. Fonetik akustik menyangkut bunyi bahasa dari sudut bunyi sebagai getaran udara, dari segi bunyi sebagai gejala fisis. Bunyi-bunyi diselidiki frekuensi getarannya, amplitudo, intensitas, dan timbrenya oleh alat pembantu seperti oscillograph.
  1. Fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme telinga menerima bunyi bahasa sebagai getaran udara. Fonetik jenis ini cenderung dimasukkan ke dalam neurologi ilmu kedokteran.

Jadi, fonetik yaitu suatu bidang ilmu bunyi bahasa yang memberikan penjelasan bunyi bahasa secara fisik, seperti bagaimana alat-alat ucapnya serta penggolongan bunyi bahasa.

  • Fonem. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata fonem memiliki arti:

fo·nem /foném/ n Ling satuan bunyi terkecil yg mampu menunjukkan kontras makna (msl /h/ adalah fonem krn membedakan makna kata harus dan arus, /b/ dan /p/ adalah dua fonem yg berbeda krn bara dan para beda maknanya;

Jadi, fonem sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.

  1. Jenis dan Jumlah Fonem pada Bahasa Sunda

Saat ini Bahasa Sunda ditulis dengan Abjad Latin dan sangat fonetis.

  • Terdapat 7 buah vokal dalam Bahasa Sunda. Adalimasuara vokal murni (a, é, i, o, u), dua vokal netral, (e (pepet) dan eu (ɤ), dan tidak ada diftong.

Pengklasifikasian jenis vokal dapat ditentukan oleh tiga hal, yaitu:

a. Posisi Bibir

Berdasarkan posisi bibir, vokal terbagi dua, yaitu vokal bundar dan tak bundar. Yang termasuk vokal bundar /o/ [o] dan /u/ [u], sedangkan vokal tak bundar /a/ [a], /i/ [i], / é / [ ε], /eu/ [ö], dan /e/ [c].

Contoh vokal bundar:

–                 bo bo ko / boboko/ [boboko?] ‘bakul’

–                 walu h /waluh/ [walUh] ‘labu’

Contoh vokal tak bundar:

–                 haté /haté / [hat ε] ‘hati’

–                 anjeu n /anjeun/ [anj ön] ‘kamu’

–                 ke mbang /kembaη/ [kcmbη] ‘bunga’

b. Maju -Mundurnya Lidah

Berdasarkan maju-mundurnya lidah vokal dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: vokal depan, vokal pusat, dan vokal belakang. Yang termasuk dalam vokal depan /i/ [i] dan / é / [ε]. Vokal pusat /a/ [a], /e/ [c], dan /eu/ [ö]. Vokal belakang /u/ [u] dan /o/ [o].

Contoh vokal depan:

–           i ndung /induη/ [induη] ‘ibu’

–           dé wé k /déwék/ [dεwεk] ‘saya’

Contoh vokal pusat:

–           uta h /utah/ [utah] ‘muntah’

–           kule m /kulem/ [kulcm] ‘tidur’

–           meu li /meuli/ [mεli] ‘membeli’

Contoh vokal belakang:

–           ngapu ng /ηapuη/ [ηapuη] ‘terbang’

–           nyaho /nyaho/ [ñaho] ‘tahu’

c. Tinggi-Rendahnya Lidah

Berdasarkan tinggi-rendahnya lidah vokal terbagi menjadi tiga, yaitu: vokal tinggi, vokal tengah, dan vokal rendah. Yang termasuk vokal tinggi /i/ [i], /eu/ [ö], dan /u/ [u]. Vokal tengah / é / [ε], /e/ [c], dan /o/ [o]. Vokal rendah /a/ [a].

Contoh vokal tinggi:

–           nyeri /nyeri/ [ñeri] ‘sakit’

–           beu reu m /beureum/ [böröm] ‘merah’

–           katu hu /katuhu/ [katuhu] ‘kanan’

Contoh vokal tengah:

–           poé /poé/ [poé? ] ‘hari’

–           we ngi /weηi/ [wcηi] ‘malam’

–           hejo /hejo/ [hejo] ‘hijau’

Contoh vokal rendah:

–           na on /naon/ [naon] ‘apa’

  • Fonem konsonannya ditulis dengan huruf p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y.

Konsonan lain yang aslinya muncul dari bahasa Indonesia diubah menjadi konsonan utama:

f -> p                                        sh -> s

v -> p                                       z -> j

sy -> s                                     kh -> h.

Pengklasifikasian konsonan dapat ditentukan oleh tiga hal, yaitu:

a. Keadaan Pita Suara

Berdasarkan keadaan pita suara , konsonan Bahasa Sunda terbagi menjadi dua, yaitu: konsonan bersuara dan konsonan tak bersuara. Yang termasuk ke dalam konsonan bersuara adalah:

/b/ [b],                         /d/ [d],              /j/ [j],                /g/ [g],             /z/ [z],              /v/ [v],

/l/ [l],                 /r/ [r],               /m/ [m],                       /n/ [n],               /ny/ [ ñ],       /ng/ [ η],

/w/ [w],  dan /y/ [y].

Sedangkan yang termasuk pada konsonan tak bersuara adalah:

/p/ [p],              /t/ [t],                 /c/ [c],               /k/ [k],               /f/ [f],                 /s/ [s], dan /h/ [h].

Contoh konsonan bersuara:

–     g og og /gogog/ [gogog] ‘anjing’

–     ngar an /ngaran/ [ηaran] ‘nama’

–     m anéh /manéh/ [manεh/ ‘kamu’

–     ny arios /nyarios/ [ ñarios] ‘berkata’

–     gering /gering/ [gcri η] ‘sakit’

Contoh konsonan tak bersuara:

–     op at /opat/ [opat] ‘empat’

–     nangt ung /nangtung/ [naηtuη] ‘berdiri’

–     c iduh /ciduh/ [ciduh] ‘ludah’

–     ngabuk a /ngabuka [ηabuka] ‘membuka’

–     h enteu /henteu/ [hcntö] ‘tidak’

b. Artikulator

Berdasarkan artikulatornya, konsonan pada Bahasa Sunda terbagi menjadi tujuh bagian, yaitu:

–     konsonan bilabial: /p/ [p], /b/ [b], dan /m/ [m]

–     konsonan labiodental: /f/ [f], dan /v/ [v]

–     konsonan dental alveolar: /t/ [t], /d/ [d], /s/ [s], /l/ [l], /r/ [r], /z/ [z], dan /n/ [n]

–     konsonan palatal: /c/ [c], /j/ [j], /ny/ [ ñ], dan /y/ [y]

–     konsonan velar: /k/ [k], /g/ [g], dan /ng/ [ η]

–     konsonan glotal: /bunyi hamzah/ [?]

–     konsonan laringal: /h/ [h]

Contoh konsonan bilabial:

–     p angambung /pangambung/ [paηambuη] ‘hidung’

–     b aong /baong/ [baoη] ‘nakal’

–     kulem /kulem/ [kulcm] ‘tidur’

Contoh konsonan labiodental:

–     f inal /final/ [final] ‘final’

–     v iseum /viseum/ [visöm] ‘visum’

Contoh konsonan dental alveolar:

–     ngaput /ngaput/ [ηaput] ‘menjahit’

–     cid uh /ciduh/ [ciduh] ‘ludah’

–     tiis /tiis/ [tiis] ‘dingin’

–     mintul /mintul/ [mintul] ‘tumpul’

–     ngadur uk/ngaduruk/ [ηaduruk] ‘membakar’

Contoh konsonan palatal:

–     kenc a /kénca/ [kεnca] ‘kiri’

–     gumuj eng /gumujeng/ [gumujcη] ‘tertawa’

–     ny eri /nyeri/ [ ñcri] ‘sakit’

–     uy ah /uyah/ [uyah] ‘garam

Contoh konsonan velar:

–     manuk /manuk/ [manuk] ‘burung’

–     g ég él /gégél/ [gεgεl] ‘gigit’

–     ng apung /ngapung/ [ηapuη] ‘terbang’

Contoh konsonan glotal:

–     huu t /huut/ [hu?ut] ‘dedak’

Contoh konsonan laringal:

–     suh unan /suhunan/ [suhunan] ‘atap’

c. Cakupan Artikulasi

Berdasarkan cakupan artikulasi, konsonan Bahasa Sunda terbagi menjadi:

–     konsonan stop (plosif): /p/ [p], /c/ [c], /k/ [k], /t/ [t], /bunyi hamzah/ [?], /b/ [b], /d/ [d], /j/ [j], dan /g/ [g]

–     konsonan geser (frikatif): /s/ [s], /h/ [h], /f/ [f], /v/ [v], dan /z/ [z]

–     konsonan sisi (lateral likuida): /l/ [l]

–     konsonan getar (trill): /r/ [r]

–     konsonan nasal: /m/ [m], /n/ [n], /ny/ [ ñ], dan /ng/ [ η]

–     semivokal: /w/ [w], dan /y/ [y].

Contoh konsonan stop:

–     eueut /eueut/ [ööt] ‘minum’

–     boboko / boboko/ [boboko? ] ‘bakul’

–     teurab /teurab/ [törab] ‘sendawa’

–     héj o /héjo/ [hεjo] ‘hijau’

–     g og og /gogog/ [gogog] ‘anjing’

Contoh konsonan geser/ frikatif:

–     s euneu /seuneu/ [sönö] ‘api’

–     beuh eung /beuheung/ [böhöη] ‘leher’

–     f akir /fakir/ [fakir] ‘fakir’

–     v ila /vila/ [vila] ‘vila’

–     z akat /zakat/ [zakat] ‘jakat’

Contoh konsonan sisi (lateral likuida):

–     l auk /lauk/ [lauk] ‘ikan’

Contoh konsonan getar (trill):

–     r eungit /reungit/ [röηit] ‘nyamuk’

Contoh konsonan nasal:

–     kem bang /kembang/ [kcmbaη] ‘bunga’

–     man uk/manuk/ [manuk] ‘burung’

–     ny ium /nyium/ [ ñium] ‘mencium’

–     ng apung /ngapung/ [ ηapuη] ‘terbang’

Contoh semivokal:

–     aw ak /awak/ [awak] ‘badan’

–     y uswa /yuswa/ [yuswa?] ‘usia’

Berikut adalah fonem dari bahasa Sunda dalam bentuk tabel. Pertama vokal disajikan.

Vokal

 

Depan

Madya

Belakang

Tertutup

Tengah

e ə o

Hampir Terbuka

(ɛ) ɤ (ɔ)

Terbuka

a

Dan di bawah ini adalah tabel konsonan.

Konsonan

 

Bibir

Gigi

Langit2
keras

Langit2
lunak

Celah
suara

Sengau

m n ɲ ŋ

Letup

p b t d c ɟ k g ʔ

Desis

s H

Getar/Sisi

l r

Hampiran

w j

C. Distribusi Fonem

Distribusi fonem adalah semua posisi yang diduduki oleh fonem dalam sebuah kata. Distribusi berupa tersebarnya fonem di awal kata, tengah kata, adatu di akhir kata. Distribusi fonem terbagi menjadi dua, yaitu distribusi vocal dan distribusi konsonan.

  • Distribusi Vokal

Semua vokal pada Bahasa Sunda berada pada posisi awal, tengah, dan akhir, terkecuali fonem /e/ yang tidak biasa berada pada posisi akhir kata. Walaupun demikian, pada Bahasa Sunda juga terkadang ditemukan fonem /e/ yang berada di akhir kata, tetapi biasanya bunyi yang dihasilkan berubah menjadi /eu/. Kata-kata tersebut bukan asli dari Bahasa Sunda, melainkan pengaruh bahasa asing, seperti:

–           akte      => /akteu/

–           kode      => /kodeu/

–           metode  => /metodeu/

–           mode     => /modeu/

Distribusi Vokal

Fonem Vokal

Posisi

Awal

Tengah

Akhir

/a/

/a bdi/

/ka tuhu/

/warsa /

/i/

/i mah/

/bi sa/

/nyeri /

/u/

/u yah/

/ku lit/

/tilu /

/é/

/é ra/

/gé gél/

/carogé/

/o/

/o ray/

/so ca/

/ηagaro /

/eu/

/eu eut/

/seu ri/

/heunteu /

/e/

/e ndog/

/le res/

/——-/

  • Distribusi Konsonan

Distribusi konsonan Bahasa Sunda biasanya menduduki posisi awal, tengah, dan akhir kata, terkecuali konsonan /c/, /j/, dan /ny/, tidak bisa menduduki posisi di akhir kata.

Distribusi Konsonan

Fonem

Konsonan

Posisi

Awal

Tengah

Akhir

/b/

/bendu/

/kembang/

/teurab/

/c/

/cucuk/

/kaca/

/—/

/d/

/dongkap/

/ngaduruk/

/ahad/

/f/*

/fakir/

/sifat/

/saraf/

/g/

/gogog/

/gég él/

/bedug/

/h/

/héjo/

/beuheung/

/uyah/

/j/

/jalmi/

/gumujeng/

/—/

/k/

/kulem/

/zakat/

/awak/

/l/

/lauk/

/salin/

/bujal/

/m/

/manuk/

/sami/

/nyium/

/n/

/naék/

/manuk/

/bulan/

/ng/

/ng apung/

/reungit/

/kembang/

/ny/

/nyium/

/anyar/

/—/

/p/

/pangambung/

/ngapung/

/haseup/

/r/

/reungit/

/teurab/

/fakir/

/s/

/suhunan/

/asup/

/teuas/

/t/

/teurab/

/nangtung/

/reungit/

/v/*

/vila/

/lava/

/—/

/w/

/waos/

/hawa/

/cewaw/

/y/

/yuswa/

/kayas/

/heuay/

Tagged: , ,

§ One Response to Fonetik Bahasa Sunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Fonetik Bahasa Sunda at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: