Film Cinta dalam Sepotong Roti

18 Desember 2011 § Tinggalkan komentar

SINOPSIS

Mayang, Harris, dan Topan bersahabat sejak kecil. Setelah mereka dewasa, Mayang menikah dengan Harris, sedangkan Topan masih melajang dan berprofesi sebagai fotografer. Suatu ketika Mayang dan Harris merencanakan berlibur untuk menyelesaikan masalah mereka dan mengajak Topan ikut karena tak bertemu setelah sekian lama. Harris memiliki trauma pada masa kecil karena ibunya sehingga tidak dapat memuaskan nafkah batin Mayang.  Dan di saat Harris tak ada hanya Topanlah yang setia mendampingi Mayang.

Dan setelah melalui perjalanan itu, terkuaklah semuanya, ternyata Topan masih menyimpan cinta yang terpendamnya kepada Mayang, begitu pun Mayang yang ternyata menaruh hati kepada Topan. Setelah beberapa lama, akhirnya Harris curiga kepada mereka berdua dan terjadilah pertengkaran hebat yang menyebabkan Topan pergi meninggalkan sepasang suami-istri tersebut.

Setelah terjadi percekcokan malam itu, Harris dapat melawan traumanya dan membuktikan semuanya pada Mayang. Akhirnya mereka pun berbaikan. Kemudian, Mayang dan Harris menyusul kepergian Topan tapi tidak sempat sehingga hanya dapat melemparkan sebuah bungkusan kepadanya. Yang setelah dibuka, ternyata bungkusan tersebut berupa roti isi selai srikaya dan rekaman tentang permohonan maaf dari Mayang dan Harris.

Tentang Film Cinta dalam Sepotong Roti

Film pertama Garin Nugroho ini dibuka dengan lagu anak-anak Kapal Api lalu kamera menyorot sebuah boneka bayi, radio dan tangan yang mengoles roti dengan selai. Roti dan selai jadi penanda cinta segitiga antara Mayang, Harris, dan Topan. Cinta bagi Mayang dan Topan bermula sejak mereka menikmati roti dengan selai srikaya di masa kecil—sedang Harris penyuka roti selai arbei.

Pada satu adegan puncak film ini, di atas jerami Mayang dan Topan meneriakkan puisi. Keduanya tertegun, bertatapan. Topan lalu mengisap jari Mayang yang terluka penuh kenikmatan.

Itulah ungkapan cinta yang sudah tak tertahankan bertahun-tahun. Garin menggambarkan visualisasi erotis ini begitu halus, tapi tetap mampu menunjukkan sisi liar manusia. Tanpa menjadi seronok apalagi cabul.

Penonton juga menyoroti permasalahan utama dalam film ini: Haris tidak bisa melayani Mayang dalam urusan ranjang. Aslinya, kalau dipikir-pikir ya memang itulah sumber konflik di film ini. Dan aslinya juga, Garin tidak menyajikan permasalahan seks ini dengan vulgar, tapi tetap dewasa.

Walaupun dalam film ini terdapat akting yang kurang tapi dapa ditambal dengan pemandangan yang aduhai. Pantai yang indah, langit biru tanpa batas,padangrumput, gunung dan bukit-bukit. Memanjakan mata!

Selain itu dalam film ini, dialog yang ditampilkan juga cukup baku serta menggunakan kata-kata yang puitis. Dan memang ada beberapa sajak yang dilantunkan oleh Topan, Harris, dan Mayang yaitu sajak “Tunduklah kepada Salmah” serta dengan musik latarnya adalah musikalisasi puisi Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono, menjadikan suasana film ini sangat romantis.

Garin Nugroho sangat berpihak kepada alam. Aktor dan aktris bukanlah bagian terpenting dari seluruh filmnya, melainkan garis-garis bidang sawah — yang dishot dari atas — bentuk rumput, air hujan, bersatu sekaligus dengan selai roti, tangan fotomodel Lala dan rok Mayang yang lebar bagai parasut. Lantas adegan mesra Mayang dan Haris di atas komidi putar yang bergantian dengan wajah sepi Topan di bawah hujan sembari bermain harmonika adalah kerja sama yang antara penyunting dan sutradara. Gambar-gambar simbolik itu muncul secara berdesakan dan bergantian. Apalagi, ketika Mayang meletakkan cermin di atas rumput sembari mengenang masa kecilnya. Melalui cermin ini kita disuguhi Mayang kecil yang sedang bermain tali.

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Film Cinta dalam Sepotong Roti at Sementara.

meta

%d blogger menyukai ini: