Kenapa Gue Ikutan Pusing Mikirin Hal Ini?

20 September 2017 § Tinggalkan komentar

Tadi pagi lagi kepancing liat berita di TV soal penganiayaan di kalangan pelajar Bogor yang berakhir salah satunya tewas. Iya, soal Hilarius. Siswa SMA BM Bogor. Gue udah liat beritanya dari beberapa hari sebelumnya sih tapi belum bener-bener merhatiin. Kaget. Karena kejadiannya di Bogor dan tau lokasinya.

Terus akhirnya jadi cari-cari berita soal Hilarius. Miris banget. Hati gue jadi tersayat sendiri baca surat dari ibu korban. Baca berita tentang kematian anaknya Januari tahun lalu.

Kasusnya udah dari tahun lalu loh, kok diungkit ulang sekarang? Gue ngerti. Siapa yang bisa tidur dengan tenang, kalau kematian anaknya sendiri masih jadi misteri? Astaga. Itu pelajar-pelajar yang nyuruh Hila ikut berantem, bisa ya hidup tenang? Gak ada rasa bersalah? Tidur gak pake mimpi buruk? Makan masih enak? Masih bisa berak?

Are you really human? Semurah itukah harga nyawa? Ini salah siapa?

Pertanyaan itu terngiang banget di benak gue sekarang.

Beberapa waktu lalu juga ada video viral tentang perundungan yang korbannya anak SMP sampe dijambak-jambak dan disuruh nyembah. Kok bisa sampe segitunya ya? Padahal alasannya sepele banget. Gara-gara si korban ngomen sesuatu di sosmed pelaku. Mungkin ngeledek bercanda. Terus pelaku jadi kepancing emosi. Lalu korban ditantangin besoknya datang sendirian ke Thamrin City, sementara pelaku bawa rombongan. Astaga…..

Ada juga mahasiswa UG yang dibully teman-teman kuliahnya. Sempat dikira korban adalah ABK, tapi ternyata bukan. He’s just a normal person. Tapi orang-orang di sekitarnya ngira dia aneh. What’s wrong being different?

I don’t understand with people jaman now (lol gue kekinian banget ga sih) I mean, pelajar zaman sekarang yang ngebully tuh seakan sesuatu yang biasa atau berantem tuh seakan pertanda “Lo keren, man”.

Yang salah tuh siapa sebenarnya? Tontonan mereka itu seperti apa? Temannya siapa saja? Kebiasannya ngapain aja sih selain sekolah?

Ngapain juga ya gue pusing-pusing mikirin begituan. Yaa emang gue punya anak juga belom, nikah aja masih gak tau kapan (doain aja secepatnya hahaha), tapi gue gak bisa kalo gak curhat. Gimanadong? Hahaha.

Korban

Dampak bully bagi korban yang paling utama adalah kondisi psikisnya. Percayalah emosinya ga akan sama, perasaannya berubah. Merasa diintimidasi, takut, minder, seakan dunia itu bukan tempat dia untuk hidup. Seakan lebih baik gak dilahirkan sama sekali daripada hidup tapi tersiksa begini. Akhirnya dia memilih bunuh diri. Banyak kan?

Atau justru nyimpan dendam. Ini sama parahnya. Bisa jadi karena masa lalu nya yang kelam karena dibully, dia jadi dendam dan berisiko bisa lebih sadis. Ih ngeri.

Pelaku

Pelaku bully kalo menurut gue adalah orang-orang yang merasa superior. Dia punya semacam kuasa. Tapia pa latar belakangnya seseorang jadi pembully? Apakah dia pernah dibully? Apa ada masalah dengan keluarganya? Apa dia disiksa? Atau lingkungannya? Atau tontonannya sampai-sampai dia ngira ngebully adalah hal keren? Apa, sih, apa? Hati nuraninya di mana? Apa benar dia itu manusia? Kok tega?

Orangtua

Orangtua pasti yang bakal merasa bersalah dan akhirnya disalahkan oleh orang-orang. Anaknya diajarin apa pak buk? Gimana sih cara didik anaknya sampe malah bully anak orang juga?

LOL. Something like that maybe.

Aduh sebenarnya banyak yang mau gue pertanyakan, tadi udah muncul satu-satu. Tapi tiba-tiba ilang gara-gara ada interupsi, telepon masuk. Cape deh.

Gajadi postingan kece deh nih.

 

Iklan

CPNS oh CPNS

19 September 2017 § Tinggalkan komentar

LANGKAH 1. BIKIN AKUN SSCN

  1. Bikin akun sscn di https://sscn.bkn.go.id/ klik “pendaftaran”. Isi sesuai yang diminta. NIK (No KTP) & No KK. Masukkan captcha-nya.
  2. Lalu lengkapi data. Kalau seinget gue nanti perlu email & no hp yang aktif. Pastikan alamat benar dan sesuai. Kalau udah selesai, biasanya ada cetak kartu informasi akun (Ini boleh dicetak, tapi gak wajib).
  3. Yang paling penting, ingat selalu password nya. Dicatet.

 

LANGKAH 2. DAFTAR KEMENTERIAN YANG DIMINATI

  1. Login dengan memasukkan NIK & password.
  2. Step 1 Isi Biodata Pelamar, pastikan semua terisi dengan benar
  3. Step 2 Daftar, Pilih instansi kementerian/lembaga yang diminati dan pilih formasi (umum/disabilitas/putra putri papua/cumlaude).
  4. Pastikan sudah tahu info kementerian/lembaga yang dituju sesuai dengan jurusan. Untuk formasi bisa dilihat di https://sscn.bkn.go.id/pengumuman_pendaftaran2 silakan download info dan lampirannya (“download” untuk info lowongan dan jurusan yang dibuka sesuai tingkat pendidikan, “lampiran” biasanya misal perlu upload berkas2, nah apa saja contohnya)
  5. Nah, jadi ada 2 jenis yaitu pendaftaran Mandiri (Jadi nanti kalau udah bikin akun SSCN, nanti ke website kementerian yg kamu tuju untuk registrasi lagi. Misal Kemdikbud salah satu yang Mandiri, jadi setelah daftar di SSCN, daftar lagi di website https://cpns.kemdikbud.go.id/ tapi ada juga yang daftarnya cukup di SSCN. Makanya lebih baik DIBACA infonya dengan teliti. Hehe.)
  6. PILIH Kementerian/Lembaga yang kamu mau dengan formasi yang sesuai. CUMA BISA SATU KALI. Jadi ga bisa diubah. Makanya diperlukan ketelitian dan hati-hati. Hehe.
  7. Kalau udah, selesai deh. Bisa dilihat di Step 3 Riwayat. Kalau di Instansi SSCN nanti mungkin upload berkas yang diperlukannya di web SSCN. Nanti ada info kelengkapan dokumennya apa saja yang sudah/belum. Kalau di Instansi Non SSCN, selesai sampai di sini. Soalnya kan lanjut daftar di web kementeriannya.

Berhubung setiap Kementerian memiliki syarat yang berbeda, harus sering-sering baca. Karena sesungguhnya infonya sudah lengkap, tapi kadang kitanya yang males baca he he he he.

UPDATE! Aku kan berikan panduan untuk yang daftar di Kemdikbud. Tenggat waktunya sampai tanggal 25! Ayo buruan!

Registrasi di web Kemdikbud

Hal yang perlu dipersiapkan:

– Pastikan udah tau jabatan apanyan

– No Ijazah

– Foto buat diupload, maksimal 500kb

1. Buka https://cpns.kemdikbud.go.id/ dan login menggunakan NIK & Password akun SSCN. Ditambah isi captcha. Login. Butuh kesabaran, gue juga kemarin daftar emang susah banget diakses. Saran dari pacarku adalah gunakan Mozilla Firefox.

2. Setelah berhasil login, disuruh pilih formasi. Umum/cumlaude/disabilitas/putra putri Papua. Make sure dulu lo pilih yang mana.

3. Pilih unit kerja (iya gak sih gue lupa hahaha). Perhatikan unit kerja yang lo pilih. Jangan sampai salah. 

 

Being Noona

7 September 2017 § Tinggalkan komentar

오랜만이에요, 블럭 안녕!

Finallyyyyyyyy I got a time to write here! *lol actually i’m not busy*

For the past months I was really busy fangirling over the new rookie monster group called Wanna One. And also my boys BTOB and Pentagon and my girls CLC and HyunA. Hahaha. I’m still a fangirl even already hit 25.

And do you know what? I’m in love with another super duper young boy. Our age gap is…… 10 years old. He was born on 2002. Younger than my sister.

Honestly, I hate myself.

Not because I’m older than him. Because he’s super cute and I can’t help myself to fall. But. I only love him just like adore (?), I’m not gonna be delusional fangirl who really thinks that the oppars are theirs.

But…… I can’t call him OPPA. BUT I WANT IT.

Who is he?

He’s Cube chicks, Yoo Seon Ho, a 5-meals-a-day boy, hyung collector and noona’s heart collector. This noona is already yours. LOL.

Aigoooo Seonho-ya, this noona is smiling when typing this. Are you already eat? Don’t forget to eat and be healthy, okay?

 

HAHAHAHAHAHA.

WHAT IS THIS.

asdfghjkl

13 Juni 2017 § Tinggalkan komentar

“Should I give up?”

“I think I can’t”

“It’s better to give up maybe..”

I just can’t hold my tears everytime my mind said that. 내 마음 아파 ㅠㅡㅠ

But when I wanna give up, I remember him. I should’t give up. Because I love him. I wanna live for a long time with him. Can I? ㅠㅡㅠ

포기하지 마세요! 

Resmi 25 :)

11 Mei 2017 § Tinggalkan komentar

Saat pos ini diterbitkan, umurku sudah resmi 25.

11 Mei dua puluh lima tahun yang lalu, selepas Maghrib, saya lahir di dunia.

Saya membayangkan bagaimana saya waktu keluar dari rahim ibu secara normal.

Alhamdulillah saya sehat. Disusui oleh ibu sampai berumur 2 tahun.

Di umur 4 atau 5 ketika saya hijrah ke kota sekarang saya tinggal, saya ingat persis dulu dibujuk ikut TPA untuk belajar mengaji. Saya tapi memilih diam seribu bahasa. Tidak mau buka mulut. Hingga orangtua saya geram sekali. Saya dicelupkan ke dalam bak mandi dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah. Meski begitu, tidak lantas buat saya buka mulut. Hingga akhirnya guru itu menyerah. Maaf ya ibu guru. Taunya ibu guru tersebut tahun lalu bertemu ibu saya dan masih ingat wajah ibu dan mengenalinya. Luar biasa sebegitunya saya dikenang :))

Seingat saya sewaktu kecil, saya lebih sering dibelikan baju lelaki, sepasang dengan kakak. Toh, ibu pernah cerita saat dalam janin, saya awalnya diprediksi laki-laki. Tontonan, bacaan, mainan pun juga ikut dengan kakak. Tapi saya masih dibelikan Barbie, Sailormoon, dan Doraemon kok.

Kejadian yang sangat saya hapal, dulu ketika Internusa masih ada di Bogor, saya merengek ke ayah untuk dibelikan Barbie. Saya menarik tangan ayah, tanpa saya ketahui ternyata yang saya ajak jalan sambil merengek adalah orang asing. Benar-benar orang asing. Bapak berkulit hitam, pelontos, bukan orang Indonesia. Lalu saya panik sampai akhirnya menangis saat akhirnya bertemu ayah.

Kejadian lain, saya pernah sebal sama teman sendiri karena dia nyebelin dan cerewet. Kakak saya tau. Lalu saat kami main, saya dan kakak sedang sembunyi di got yang kering. Lalu entah bagaimana, saya ambil batu dan melempar ke arah teman yang saya sebelin itu. Jedor! Jidatnya berdarah. Maaf ya teman.

Di ulang tahun ke-5 saya rayakan di TK dengan kue ulangtahun Sailormoon. Ketika ditanya apa cita-cita saya, jawaban saya adalah: Saya mau jadi Maisy! Iya. Maisy yang penyanyi cilik dulu itu. Idola pertama saya. Hingga akhirnya Sherina muncul.

Banyak memori masa kecil saya. Mulai dari saya pecicilan hingga jatuh dan hidung saya lukanya membekas hingga sekarang, sampai kejadian saya sedang main petak umpat dan melihat bayangan hitam yang sepertinya makhluk lain. Hahaha.

Yang saya tau, saya pemberani. Saya berani meski gelap. Saya berani meski ada ketakutan dalam diri saya. Saya berani meski kadang merasa penakut dan pengecut.

Saya juga mandiri. Hari pertama masuk TK, saya mengatakan pada ibu bahwa saya akan berangkat ke TK sendiri. Saya memang berangkat sendiri meski diam-diam bibi mengikuti. Saya berani tidur di atas sendiri. Saya tidak takut ketika nekat naik angkot ke sekolah sendiri padahal seharusnya masih antar jemput.

Saya merasa baik-baik saja ketika sendiri. Mungkin karena itu juga saya tidak banyak bicara.

Umur 25.

Kenapa saya merasa belum ada artinya di umur ini ya? Banyak yang bilang, perempuan umur 25 sudah matang, siap dipinang, menjalani hidup baru. Saya? Seharian di rumah, masih mencari kerjaan yang pasti, dan belum bisa membanggakan keluarga.

Kadang saya pikir, sepertinya keluarga akan lebih baik tanpa ada saya yg menjadi beban.

Saya pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa saya adalah orang yang tidak bisa diharapkan. Seketika saya kembali ingat, cerita saat saya masih di dalam kandungan pun memang awalnya tidak diharapkan. Bahkan sempat dipaksa untuk tidak lahir di dunia. Tapi ternyata saya tangguh. Saya kuat sedari masih janin. Saya bersyukur karena Allah masih mengizinkan saya hadir di dunia hingga usia 25 tahun ini. Saya masih punya harapan. Saya mau tunjukkan kalau saya bisa diharapkan.

Saya pernah memberikan diri saya sendiri kado terbaik 3 tahun yang lalu. Tahun ini, saya juga harus berikan hadiah untuk diri saya sendiri!

Selamat ulang tahun, diriku sayang. Aku sayang kamu, meski kadang aku mengutukimu. Tetaplah kuat, tetaplah berani, tetaplah mandiri.

Semoga senyummu mengembang hari ini. 🙂
11 Mei 1992 – 11 Mei 2017

O:)

18 April 2017 § Tinggalkan komentar

Selamat malam,

sebenarnya saya sudah merasa agak ngantuk. Tapi saya lagi ingin menulis perasaan saya tentang seseorang, supaya tidur saya nyenyak.

Seseorang yang saya bicarakan adalah sesosok lelaki yang sekarang jadi pendamping saya. Laki-laki berkacamata, berbadan besar, sering berkeringat, dan senyumnya manis.

Hari ini saya kangen banget sama dia.

Meskipun baru saja beberapa menit yang lalu kami ngobrol via telepon. Meskipun sudah seharian bertukar pesan.

Memang pertemuan dua raga pasti menang dari suara atau kata-kata ya. Pertemuan dua mata, dua bingkai senyum, dua bibir yang mengecup, serta dua tangan yang melingkar dan berpelukan. 

Saya kangen sama dia. Padahal kami baru ketemu tiga hari yang lalu selama kurang lebih delapan jam. 

Saya mensyukuri jarak di antara kami. Kami bukan pasangan yang dapat dengan mudah langsung berjumpa, pun bukan yang harus menabung sekian juta hanya untuk menyapa secara nyata. Saya bisa bertemu dengannya selama masih ada matahari, dan dia masih bisa kembali sebelum kereta terakhir pergi. Delapan jam yang kami habiskan sebenarnya biasa saja, kami hanya ngobrol, makan, ketawa, jalan sedikit, lalu ambil foto.  Oh. Juga menjahili wajahnya dengan bedak dingin adikku, lalu wajahnya semakin merona seperti bintang iklan di televisi. Hahaha.

Jarak di antara kami memang sudah terencana rapi supaya kami bisa saling sabar untuk bisa kembali bertemu.

Kenapa ya dengan hanya melakukan hal-hal biasa, kita bisa jadi bahagia? Bahagia sekaligus menabung rindu, lagi. Lalu rindu ini tidak akan pernah habis.

Kekasih saya ini memiliki perjalanan panjang sebelumnya. Dia hampir putus asa dengan kisah romansanya. Saya pun heran, kenapa bisa laki-laki yang mengagumkan seperti dia tidak mendapatkan cinta? Hampir di umur seperempat abadnya dia menulis kisah pertamanya. Sementara saya, sudah pernah merasa dicintai dan patah hati berkali-kali. Menjadi orang kedua dalam kehidupan romansanya awalnya cukup membuat saya yakin tak yakin karena saya gak bisa pungkiri, cinta pertama atau kekasih pertama pasti akan berkesan dalam waktu yang lama. Walau dengan akhir yang sedih. Jadi ada rasa takut saya, bahwa saya hanya pelarian, tempat singgah sementara, dan hal sejenisnya, meskipun berulang kali dia katakan bahwa saya lebih baik dari yang sebelumnya. (Tapi saya akui, saya kalah cantik. Hahaha.)

Apalagi dengan melihat dia, saya sering berkaca pada diri saya. Sebenarnya dia bisa mendapatkan perempuan lebih layak dari hanya sekadar saya. Saya punya apa. Hm, berlebihan sih emang.

Kalau ditanya, apa yang membuat saya tertarik dan jadi jatuh cinta sama dia, adalah dia pintar. Karena saya tidak pintar, saya dengan mudah jatuh cinta sama dia. Dari obrolan pertama kami bertemu.

Dia, laki-laki yang saya kagumi ini, benar menunjukkan rasa sayangnya kepada saya. Entah dari cara bicaranya, dari cara dia memikirkan saya, dari yang tidak orang lain lihat dan yang orang lain lihat juga. Dia membuat saya percaya, bahwa perempuan seperti saya masih bisa dicintai.

Kenapa bisa dia begitu baik memperlakukan saya? Mungkin itu karena dia sudah pernah patah hati berkali-kali. Saya juga ingin memperlakukan dia lebih dari yang dia lakukan untuk saya. Saya mau dia sadar kalau dia layak dicintai. Bahkan saya gak punya alasan untuk tidak sayang sama dia.

Kata beberapa orang, kami mencintai terlalu jelas. Ya maklum, sedang kasmaran. Hubungan kami baru seumur jagung. Bahkan bertengkar saja belum.

Entah harus bersyukur atau tidak, tapi kami merasa memang perlu bertengkar. Saya perlu tahu bagaimana dia kalau kesal dengan tingkah saya. Dia juga perlu tahu bagaimana saya kalau sedang marah padanya.

Menurut saya, kenapa kami belum juga bertengkar mungkin karena sudah saling mengerti. Omong kosong? Entah.

Perjalanan kami memang masih panjang. Kami sama-sama belum terlalu jauh mengenal atau justru sama-sama sudah mengerti.

Kami sama-sama suka coklat dan tidak suka ikan bertulang. Tapi dia suka air es sementara saya menghindarinya.

Banyak yang bilang memiliki pasangan seumuran itu emosinya sama, susah meredam satu sama lain. Tetapi kata dia, Capricorn dan Taurus itu memang cocok.

Banyak yang bilang kami berdua mirip. Pun kata orang dulu, kalau berwajah mirip tandanya jodoh. Padahal sama pasangan kami sebelumnya juga dibilang mirip. Jadi? Ah. Itu cuma cara orang untuk menyenangkan pasangan yang sedang berbahagia.

Memang sebenarnya banyak perbedaan di antara kami, tapi Insya Allah bisa sama-sama mengerti karena kami memiliki tujuan yang sama 🙂

Hey kamu yang sedang terlelap. Aku mau ngedampingin kamu dalam waktu yang lama, sayang. 🙂

Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan. Yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku.


PS: Mau nambah foto tapi koneksi gak bersahabat. Huu.

30

11 April 2017 § Tinggalkan komentar

Tadi pagi mendung. Jadi ketika bangun tadi, rasanya kayak ada di Bandung. Udaranya dingin, bikin tarik selimut lagi sampe kayak karung.

Oh!

Hari ini hari Selasa. Tanggal sebelas. Si ibu puasa, tapi mukanya melas. Ternyata ibu sakit, jadinya bolos kerja. Aku bilang jangan paksa puasa, tapi yaaa ibu tetap aja. 

Aku sadar, semakin menua setiap hari. Aku juga sadar, tiap pagi berseri-seri. Denger suaranya yang baru bangun tiap hari. 

Tidak ada yang begitu berarti sih hari ini.

Cuma, grup chat keluargaku sedang ramai. Ramai kiriman soal pilkada minggu depan.

FB pun ramai. Twitter ramai. Yang tenang hanya akun Line dengan berita Korea.

Oh!
Ibu tanya kapan aku akan potong rambut. Katanya aku keliatan kusut. Aku bilang nanti kalau sudah dapet kerja. Lalu ibu iya iya aja.

Sebenarnya kepengin segera potong.  Makanya mohon doanya biar cepet dapet kerja, dong! Hehehe.

Mau cepet, tapi ngajinya masih bolong-bolong. Hiks. Aduh, jangan curhat dong tolong. 😂