Analisis Cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis

18 Desember 2011 § Tinggalkan komentar

SINOPSIS

 Cerpen Robohnya Surau Kami karya AA Navis menceritakan tentang kematian seorang kakek yang semasa hidupnya berprofesi sebagai garin (penjaga surau) dan lebih dikenal sebagai tukang asah pisau. Kakek ini menghabiskan hidupnya di surau untuk beribadat kepada Tuhan dan mendapatkan penghasilan yang sekadarnya saja dari mengasah pisau itu. Sepeninggalan kakek, surau itu tidak lagi terurus bahkan nyaris roboh karena kayu-kayunya yang diambil oleh orang dan dipakai untuk keperluan yang lain. Kematian kakek disebabkan oleh dongeng yang diceritakan seorang pembual bernama Ajo Sidi.

Sebelum meninggal, tokoh ‘Aku’ tengah mendapati Kakek terlihat murung tak seperti biasanya, akhirnya ia bertanya apa sebab si Kakek bersedih dan berceritalah Kakek kepada tokoh ‘Aku’. Dalam ceritanya, Kakek dikatakan tanpa secara langsung orang yang terkutuk. Kakek merasa tersinggung karena menurutnya kehidupan lahir batinnya hanya untuk Allah semata. Ajo Sidi bercerita kepada Kakek tentang Haji Saleh, yang dikirim Tuhan ke neraka setelah ia mati. Padahal Haji Saleh semasa hidupnya selalu taat beribadat, sembahyang tiap waktu, kemudian Haji Saleh dan rekan-rekannya di neraka yang juga selalu beribadah kepada-Nya memprotes Tuhan barangkali Tuhan telah salah memasukkan mereka ke dalam neraka. Tuhan akhirnya memberitahukan pada Haji Saleh dan kawanannya bahwa mereka terlalu takut masuk neraka hingga terlalu sibuk untuk beribadat saja tanpa menghiraukan kehidupan sekitarnya, kehidupan anak dan istri, kehidupan bangsa negaraIndonesia. Lalu tersentaklah Haji Saleh akibat jawaban Tuhan, takpuas dengan jawaban Tuhan Haji Saleh bertanya kembali pada malaikat untuk mendapat kepastian apakah salah perbuatan Haji Saleh selama di dunia saat menyembah Tuhan. Malaikat menjawab bahwa mereka salah karena terlalu egois.

Selesai bercerita, keesokan harinya istri tokoh Aku memberitakan bahwa Kakek meninggal dan segeralah Aku pergi ke rumah Ajo Sidi yang ternyata sedang pergi bekerja dan menitipkan kain kafan tujuh lapis untuk Kakek.

 UNSUR INTRINSIK

 Tema

 Cerpen Robihnya Surau Kami karya AA Navis memiliki tema tentang keadaan iman seorang Kakek yang tidak seimbang akibat mendengar cerita dari Ajo Sidi. Ia merasa tersindir karena cerita Ajo Sidi tentang Haji Saleh yang dikirim Tuhan ke neraka akibat keegoisanya saat hidup hanya untuk Tuhan dan tidak mempedulikan kehidupan sekitarnya. Kakek berpikir bahwa tak apa hidupnya miskin asal tidak miskin ibadahnya kepada Tuhan. Akibatnya, Kakek mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

2. Alur

 Alur yang digunakan penulis pada cerpen ini ialah alur mundur. Karena penulis kembali menceritakan sebab-sebab kematian Kakek, dimulai pada awal cerita penulis mengenalkan keadaan surau dan Kakek, kemudian konflik mulai muncul saat Kakek bercerita pada tokoh ‘Aku’ tentang perasaannya yang tersindir akibat cerita Ajo Sidi. Karena penasaran akan cerita Ajo Sidi, tokoh ‘Aku’ terus bertanya pada kakek apa yang telah diceritakan Ajo Sidi hingga ia sedih dan Kakek pun menceritakan semuanya. Konflik yang memuncak dapat dibaca pada cerita Ajo Sidi sendiri saat Haji Saleh protes kepada Tuhan mengapa dikirimkan ke neraka padahal selama hidupnya di dunia selalu mengagungkan-Nya. Dan akhirnya Haji Saleh mengetahui jawabannya dari Tuhan dan malaikat, dapat dibayangkan perasaan Kakek yang mendengar cerita tersebut pastilah akan tersindir.

3. Penokohan

1. Tokoh Aku

Tokoh Aku pada cerita ini ialah orang yang selalu ingin tahu dan mengetahui di segala aspek. Seperti ia yang mencari tahu mengapa kakek tersindir dengan cerita Ajo Sidi hingga ia mengetahui sebab kakek meninggal.

  1. Kakek

Kakek merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Wataknya pada cerita ini ialah mudah percaya omongan orang lain, sehingga ia berpikiran pendek. Kakek juga tekun beribadah, tapi tidak kuat iman dan mementingkan dirinya sendiri.

  1. Ajo Sidi

Ajo Sidi ialah pembual, pada cerita ini diceritakan oleh tokoh Aku bahwa Ajo Sidi pembual hebat yang telah dikenal. Dan oleh ceritanyalah Kakek terpengaruh dan percaya kepada Ajo Sidi.

  1. Haji Saleh

Tokoh ini ialah tokoh dalam ceritaAjo Sidi,iamerupakan seorang yang taat agama dan mementingkan dirinya sendiri, ia tidak terima dijebloskan ke neraka.

  1. Latar 
  1. Latar Tempat

Latar tempat pada cerpen ini ialah di sebuahkota, dekat pasar, di surau, di neraka, di rumah Ajo Sidi.

  1. Latar Waktu

Saat tokoh Aku berbincang dengan Kakek, saat Ajo Sidi menceritakan Haji Saleh di neraka.Adapula yang sama dengan latar tempat.

  1. Latar Sosial

Pada cerita ini latar sosialnya ialah kehidupan seorang yang bekerja sebagai penjaga surau merangkap tukang asah pisau. Lalu sekelompok orang yang taat beribadah tapi masuk neraka di akhirat.

  1. Sudut Pandang 

Sudut pandang pada cerita ini ialah pengarang sebagai tokoh utama, karena secara langsung terlibat dalam cerita. Tetapi saat Kakek bercerita tentang Haji Saleh pengarang merupakan tokoh bawahan saat di depan tokoh ‘Aku’.

  1. Gaya 

Gayabahasa yang digunakan oleh penulis pada cerita ini cukup jelas.Adadi beberapa bagian menggunakan majas parabola dan sinisme. Serta banyak terdapat kata-kata islami.

  1. Amanat 

Cerpen ini memiliki amanat agar kita tidak takut akan neraka sehingga hanya mementingkan untuk beribadah tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Padahal Tuhan juga menyuruh kita untuk hidup bersosial meskipun beribadah itu juga penting. Kemudian, jangan terlalu mengambil hati omongan orang yang dikira belum tentu benar dan jangan pula suka mengumbar-umbar sesuatu seenaknya sendiri, hendaknya kita menjaga omongan kita pada orang lain. Amanat selanjutnya ialah jangan berbesar kepala dahulu dengan apa yang kita kerjakan, karena apabila kita terlalu membanggai kebaikan kita di sanalah keburukan kita terlihat oleh Tuhan. Pelajaran lain yang didapat dari cerpen ini ialah jangan silau akan gelar yang telah kita peroleh, karena bisa dengan gampangnya kita mendapat celaka dengan gelar itu.

KOMENTAR

 Cerpen ini cukup menarik untuk dibaca. Disamping memiliki amanat sebagai pelajaran kita dalam beragama, cerpen ini menggunakan kata-kata yang mudah dibaca dan dimengerti.

Uniknya dalam cerpen ini ialah cerita di dalam cerita, di mana saat tokoh Aku mengisahkan kepada pembaca tentang tokoh Kakek, kemudian si Kakek bercerita tentang cerita Ajo Sidi kepadanya. Cerita tentang Haji Saleh yang sombong karena merasa terlalu yakin akan masuk surga dengan berbekal ibadahnya. Saya sebagai pembaca seperti didongengkan kembali oleh seseorang, pada saat cerita itu selesai maka selesai pula bayangan kita dan tokoh aku melanjutkan ceritanya saat ia terkejut mendengar kabar kakek meninggal.

Unsur intrinsik dalam cerpen ini yang paling kuat menurut saya ialah alurnya, karena uniknya cerita di dalam cerita sehingga alur mundur yang diceritakan, kembali melihat ke belakang lagi. Selain alur, yang paling dominan ialah amanat, karena cerita ini sangat kental dengan pesan-pesan moral bagi pembacanya. Dalam cerpen ini tidak diceritakan oleh penulis mengapa kakek bunuh diri, sehingga mungkin pembacanya memiliki persepsi masing-masing.

Cerita saat Haji Saleh di akhirat cukup menarik, saat Tuhan bertanya padanya apa saja yang telah ia kerjakan selama ada di dunia. Dengan mencoba terus memuji Tuhan ia berharap dan yakin akan dikirimnya ke surga. Dan terkejutnya ia ketika keliru bahwa Tuhan mengirimnya ke neraka serta bertemu dengan kawanannya yang juga telah taat beragama. Kemudian mereka memprotes kepada Tuhan tentang keputusan-Nya, nyatanya setelah Tuhan menjawab baru sadarlah mereka tentang keegoisan semasa hidup. Menurut saya, bagian tersebut memang benar. Tetapi apabila kakek tidak berpikir pendek pastilah ia masih bisa melanjutkan hidupnya dengan menjadikan omongan Ajo Sidi sebagai bahan pelajaran hidupnya. Menurut saya, AA Navis dapat membuka mata kita agar tidak mencontoh perbuatan Haji Saleh ataupun kakek.

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Apa ini?

Saat ini Anda membaca Analisis Cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis pada Sementara.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: